SAHAM
 

Employee Stock Ownership Plan (ESOP): Pengertian, Jenis, Mekanisme, dan Contohnya di Indonesia

by Rifda Arum Adhi Pangesti - 08 May 2026 - Reviewed by Revo Gilang Firdaus M.

 

Sekarang ini, perusahaan-perusahaan tidak hanya memberikan gaji kepada karyawan, tetapi juga berbagai bentuk insentif untuk meningkatkan loyalitas dan produktivitas. Salah satunya adalah kepemilikan saham yang populer disebut sebagai ESOP alias Employee Stock Ownership Plan

Perusahaan-perusahaan besar hingga startup yang sudah IPO, menggunakan sistem ESOP ini sebagai strategi untuk menarik dan mempertahankan karyawan terbaik. Memangnya, apa itu ESOP? Bagaimana dampaknya bagi karyawan serta perusahaan? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Pengertian ESOP

ESOP alias Employee Stock Ownership Plan adalah program kepemilikan saham perusahaan yang diberikan kepada karyawan sebagai bentuk kompensasi dan menghargai karyawan berprestasi. 

Singkatnya, melalui skema ESOP ini karyawan perusahaan berkesempatan menjadi pemilik saham perusahaannya mereka bekerja. Pemberian saham tersebut dilakukan secara bertahap berdasarkan masa kerja, kinerja, dan jabatannya. 

Dalam praktiknya, ESOP dapat berbentuk pemberian saham secara gratis, opsi membeli saham dengan harga khusus, atau bahkan kombinasi antara keduanya. 

Skema ESOP mulanya diterapkan di Amerika Serikat pada tahun 1950-an. Kala itu, banyak istilah yang menyebutkan ESOP ini seperti Employee Stock Ownership Plans (ESOPs), Employee Stock Purchase Plans, hingga Stock Option Plans

Indonesia baru mempraktikkan skema ini sebelum tahun 1998 oleh beberapa perusahaan non-publik. Setelah PSAK (Pembayaran Berbasis Saham) No. 53 oleh Ikatan Akuntan Indonesia efektif diberlakukan pada Januari 2017, barulah terjadi peningkatan perusahaan publik yang mengadopsi skema ESOP ini. 

Pada PSAK No. 53 menggarisbawahi bahwa perusahaan harus mencatat transaksi ketika membayar karyawan menggunakan saham. 

Sayangnya, penerapan ESOP di Indonesia belum optimal karena tidak ada perangkat hukum yang mengatur ESOP secara khusus, baik ditinjau dari aspek pasar modal, perpajakan, maupun ketenagakerjaan. Hal ini mengakibatkan penerapan ESOP dibatasi oleh rambu-rambu hukum yang sesungguhnya tidak secara khusus didesain untuk mengatur ESOP 

Berdasarkan jurnal artikel berjudul Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Employee Stock Ownership Program, pelaksanaan skema ESOP hanya berlandaskan 2 aturan pokok saja yakni:

  1. Peraturan Bapepam No. IX.A.7 tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan Dalam Rangka Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum, yang mengatur bahwa karyawan suatu emiten mendapatkan prioritas saham paling banyak 10% dari penawaran umum. 
  2. Peraturan Bapepam No. IX.D.4 tentang Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), yang mengatur bahwa emiten dapat menambah modal tanpa HMETD jika diatur dalam anggaran dasar, dengan batas maksimal 5% dari modal disetor dalam 3 tahun. Aturan ini menjadi dasar pelaksanaan ESOP di perusahaan publik BEI.

Konsep utama ESOP adalah menyelaraskan kepentingan antara karyawan dan pemegang saham. Dengan memiliki saham, karyawan akan terdorong untuk meningkatkan kinerja perusahaan karena mereka juga ikut menikmati hasilnya.

Melansir dari jurnal artikel berjudul Pengaruh Employee Stock Ownership Program (ESOP), Fixed Asset Intensity (FAI) Terhadap Kinerja Keuangan, menyatakan bahwa ada 5 tujuan perusahaan memberlakukan skema ESOP ini. Berikut kelima tujuan ESOP tersebut:

  1. Untuk memberikan penghargaan (reward) kepada karyawan atau pihak-pihak tertentu sebagai kontribusi karena telah meningkatkan kinerja perusahaan. 
  2. Untuk keselarasan kepentingan dari masing-masing pihak, sehingga mengurangi benturan kepentingan antara investor atau pemilik dengan pihak manajemen. 
  3. Untuk menumbuhkan komitmen serta motivasi karyawan dalam meningkatkan produktivitas perusahaan. 
  4. Diharapkan mampu menarik, mempertahankan, dan memotivasi karyawan dalam peningkatan shareholder value
  5. Mendukung kesuksesan dari strategi bisnis perusahaan jangka panjang. 

Melansir dari jurnal penelitian berjudul Pengaruh Penerapan Employee Stock Option Plan (ESOP) Pada Kinerja Keuangan dan Nilai Perusahaan di Bursa Efek Indonesia, menjelaskan bahwa ESOP ini menjadi salah satu cara mengurangi perbedaan kepentingan antara para pemilik dan manajemen perusahaan. 

Keuntungan riil akan diperoleh jika karyawan sudah boleh menjual saham yang mereka miliki minimal setelah 3 tahun masa eksekusi ESOP. Pelaksanaan ESOP dibagi berdasarkan beberapa tahapan yaitu tahap pengumuman, tahap hibah opsi dan tahap eksekusi saham dengan waktu pergeseran setiap tahap rata-rata 3 tahun. 

Skema ESOP cocok diterapkan oleh perusahaan yang telah stabil dan profitabel. Kebanyakan perusahaan yang melaksanakan ESOP adalah perusahaan publik karena sahamnya likuid. Namun, perusahaan privat juga bisa tetapi memerlukan kepercayaan dan valuasi independen (Sumber)

Baca Juga: Kepmen ESDM Nomor 144/2026 Ubah Harga Patokan Mineral, Bagaimana?

Jenis-Jenis ESOP

Secara umum, ESOP memiliki beberapa bentuk utama yang digunakan oleh perusahaan. Hal ini dinyatakan pada jurnal artikel berjudul Pengaruh Employee Stock Ownership Program (ESOP), Fixed Asset Intensity (FAI) Terhadap Kinerja Keuangan, yakni:

1. Pemberian Saham Secara Langsung (Stock Grants)

Skema ESOP memang dilakukan untuk “mengikat” karyawan dengan alasan pemberian apresiasi. Alhasil, program ini diberikan untuk karyawan yang hanya loyal dan berprestasi saja. Pemberian saham secara langsung pun dilakukan dengan syarat tertentu. 

2. Pembelian Saham oleh Karyawan (Direct Employee Stock Purchase Plans)

Jenis ESOP ini memberikan hak kepada karyawan untuk membeli saham perusahaan jika dirasa menguntungkan, dan pembayaran dapat melalui pemotongan gaji. Biasanya, akan ada bayaran di muka alias DP atas saham yang dibeli. 

Jenis ESOP ini dapat meningkatkan modal perusahaan. 

3. Opsi Saham (Stock Option Plans)

Jenis ESOP yang paling umum digunakan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Pada jenis ESOP ini akan memberikan opsi kepada karyawan untuk membeli saham perusahaan sepanjang periode waktu tertentu, dan membayar dengan harga yang telah ditetapkan pada tanggalnya. 

Jenis ESOP ini cenderung memberikan kebebasan pada perusahaan untuk memutuskan siapa saja karyawan yang akan memperoleh opsi saham. Biasanya, perusahaan justru membatasi pemberian opsi saham hanya kepada manajemen. 

Jenis ESOP ini biasanya diberlakukan pada Management Employee Stock Option Plan karena pesertanya adalah para manajemen dan karyawan strategis saja.

4. Program Pensiun

Sebenarnya, program ini justru umum digunakan oleh perusahaan di Amerika Serikat. Melalui jenis ESOP ini, perusahaan akan menyetor dana ke pengelola dana (fund) untuk diinvestasikan pada saham dengan atas nama karyawan yang berpartisipasi. Nantinya saat karyawan sudah pensiun, mereka akan menerima return saham tersebut.

Mekanisme Penerapan Skema ESOP Oleh Perusahaan Terbuka

Melansir dari jurnal artikel berjudul Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Employee Stock Ownership Program, berikut mekanisme penerapan skema ESOP:



Contoh Praktik Skema ESOP di Indonesia

Sudah banyak perusahaan publik di Indonesia yang melaksanakan praktik skema ESOP ini. Per 29 April 2026, PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) tengah menyiapkan rencana penambahan modal melalui penerbitan saham baru hingga 9,50 miliar saham atau sekitar 6,92% dari total modal ditempatkan. 

Aksi korporasi yang dilakukan oleh BELI ini terdiri dari program kepemilikan saham bagi manajemen dan karyawan (MESOP) maksimal 4,50 miliar saham serta penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak maksimal 5,00 miliar saham. Jika digabung dengan sisa MESOP sebelumnya, total penerbitan saham tetap berada di bawah batas ketentuan yang berlaku.

Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juni mendatang.

Pada tahun 2004, PT Bank BNI Tbk. (BBNI) juga turut melaksanakan ESOP dengan menerbitkan 4% sahamnya untuk para karyawannya sebagai bentuk apresiasi (Sumber)

Menurut Tim Studi Penerapan ESOP Emiten, berikut contoh perusahaan publik di Indonesia yang telah menyelenggarakan ESOP:

  1. PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI)
  2. PT Astra Graphia Tbk. (ASGR)
  3. PT Astra International Tbk. (ASII)
  4. PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO)
  5. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)
  6. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF)
  7. PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA)
  8. PT United Tractors Tbk. (UNTR)

Baca Juga: Kenapa Perusahaan Menerbitkan Obligasi? Ini Alasan dan Perbandingannya dengan Saham

Mau Berinvestasi Saham?

Nah, itulah penjelasan tentang apa itu ESOP yang merupakan program kepemilikan saham perusahaan yang diberikan kepada karyawan sebagai bentuk kompensasi dan menghargai karyawan berprestasi. 

Program ini memberikan banyak manfaat seperti meningkatkan motivasi, meningkatkan loyalitas, serta menyelaraskan kepentingan karyawan dan perusahaan. Namun, ESOP juga memiliki risiko seperti konsentrasi investasi dan ketergantungan pada kinerja perusahaan.

Jika tidak mendapatkan kesempatan ESOP ini, maka kamu bisa berinvestasi saham secara mandiri. Sekarang ini, investasi saham semakin mudah melalui aplikasi InvestasiKu. Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga aman dan terpercaya. Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik. 

Sumber:

Sunarsih, N. M., & Dewi, N. P. S. (2018). Pengaruh Penerapan Employee Stock Option Plan (ESOP) pada Kinerja Keuangan dan Nilai Perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Pariwisata, 13(2). 

Mustikawati, A. (2023). Pengaruh Employee Stock Ownership Program (ESOP), Fixed Asset Intensity (FAI) Terhadap Kinerja Keuangan. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(10), 3367-3380. 

Wulansari, B., & Maharani, S. N. (2021). Pengaruh employee stock option plan (ESOP) terhadap earnings management (studi pada perusahaan yang listed di bursa efek indonesia periode 2015–2017). Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan, 1(4), 313-322. 

Hutnaleontina, P. N., & Suputra, I. D. G. D. (2016). Pengaruh Penerapan Employee Stock Option plan pada nilai perusahaan dengan kinerja keuangan sebagai variabel intervening. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 5, 165348. 

Herdinata, C. (2012). Reaksi pasar terhadap pengumuman employee stock ownership program. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 16(1). 

Studi Tentang Penerapan ESOP (Employee Stock Ownership Plan) Emiten atau Perusahaan Publik di Pasar Modal Indonesia. (2002). Tim Studi Penerapan ESOP Emiten atau Perusahaan Publik di Pasar Modal Indonesia. Departemen Keuangan Republik Indonesia. 

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.service@megasekuritas.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

©2026 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK
KOMINFO