Berdasarkan dari IDX, obligasi swasta di Indonesia berjumlah 1400-an dengan beberapa waktu jatuh tempo tahun 2045. Artinya, ada banyak perusahaan swasta yang menerbitkan obligasi untuk para investor.
Padahal, perusahaan swasta ‘kan juga bisa mendapatkan dana dengan cara lain seperti pinjaman bank atau menerbitkan saham. Faktanya, penerbitan obligasi merupakan salah satu strategi pendanaan yang sangat populer, terutama bagi perusahaan besar.
Yuk, simak kenapa perusahaan swasta menerbitkan obligasi demi sumber pendanaan?
Apa Itu Obligasi Swasta?
Obligasi swasta atau obligasi korporasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan kepada investor. Dengan membeli obligasi, investor pada dasarnya meminjamkan uang kepada perusahaan.
Sebagai imbalannya, perusahaan tentu wajib membayar bunga yang berupa kupon secara berkala dan mengembalikan pokok utang saat jatuh tempo. Berbeda dengan saham, obligasi swasta tidak memberikan kepemilikan dalam perusahaan.
Perusahaan cenderung menerbitkan obligasi ketika arus kas sudah stabil, memiliki reputasi baik, suku bunga sedang rendah, atau bahkan saat membutuhkan dana besar dalam waktu cepat.
Pengembalian obligasi bergantung pada berbagai faktor. Mulai dari profil kredit penerbit, jatuh tempo obligasi, dan suku bunga.
Baca Juga: Obligasi Swasta - Pengertian, Risiko, dan Contohnya di Indonesia
Kenapa Perusahaan Menerbitkan Obligasi?
Ada banyak alasan suatu perusahaan menerbitkan obligasi. Bisa dibilang, obligasi menjadi cara strategis bagi perusahaan untuk mendanai ekspansi, membayarkan utang, atau bahkan demi proyek baru.
1. Mendapatkan Pendanaan dalam Jumlah Besar
Salah satu alasan perusahaan menerbitkan obligasi adalah untuk memperoleh dana dalam jumlah besar sekaligus. Dana tersebut biasanya digunakan untuk ekspansi bisnis, akuisisi dengan perusahaan lain, investasi proyek besar, atau bahkan bayar utang.
Dibandingkan pinjaman bank, obligasi memungkinkan perusahaan menghimpun dana dari banyak investor sekaligus.
2. Lebih Fleksibel dari Pinjaman Bank
Dalam banyak kasus, biaya bunga obligasi bisa lebih rendah daripada pinjaman bank, terutama jika perusahaan memiliki rating kredit yang baik dan reputasi yang kuat di pasar.
Dengan begitu, perusahaan bisa mendapatkan pendanaan dengan biaya yang lebih efisien. Selain itu, suku bunga yang dibayarkan perusahaan kepada investor obligasi cenderung lebih rendah daripada suku bunga dari bank.
Perlu kamu ketahui bahwa dengan menerbitkan obligasi juga memberikan kebebasan kepada perusahaan untuk menggunakan dana sesuai strategi. Jika perusahaan meminjam dari bank, biasanya ada beberapa alasan yang tidak disetujui seperti tidak boleh melakukan akuisisi sampai pinjaman bank tersebut lunas.
Melansir dari BIX, sebelum krisis keuangan Asia 1997, banyak perusahaan Malaysia yang ketergantungan pada pembiayaan bank. Alhasil, terjadi kerugian besar bagi perusahaan selama krisis. Sejak saat itu, banyak perusahaan di Malaysia menerbitkan obligasi dan sukuk.
3. Tidak Mengurangi Kepemilikan
Bisa dibilang, keunggulan besar obligasi dibanding saham adalah obligasi tidak mengurangi kepemilikan perusahaan. Jika perusahaan menerbitkan saham maka kepemilikan pemegang saham lama akan terdilusi dan kontrol perusahaan bisa berkurang.
Sementara obligasi justru tidak mengubah struktur kepemilikan dan tidak memberikan hak suara kepada investor. Artinya, manajemen tetap memiliki kontrol penuh atas perusahaan.
4. Fleksibilitas dalam Pengaturan Struktur Utang
Perusahaan bisa menyesuaikan obligasi sesuai kebutuhan, apakah berdasarkan pada tenor (jangka waktu), tingkat bunga, dan bahkan jadwal pembayaran. Fleksibilitas ini memungkinkan perusahaan mengelola arus kas dengan lebih optimal.
5. Memperluas Basis Investor
Dengan menerbitkan obligasi, perusahaan dapat menjangkau investor yang berbeda. Baik itu investor ritel atau bahkan investor institusi berupa dana pensiun atau perusahaan asuransi. Dari adanya diversifikasi sumber dana ini membuat perusahaan tidak terlalu bergantung pada satu sumber pembiayaan saja.
6. Memanfaatkan Kondisi Suku Bunga
Perusahaan sering menerbitkan obligasi saat suku bunga sedang rendah dan likuiditas pasar tinggi. Jadi, pihak perusahaan bisa “mengunci” biaya pinjaman yang murah untuk jangka panjang.
7. Meningkatkan Citra dan Kredibilitas
Perusahaan yang mampu menerbitkan obligasi terutama dengan rating tinggi, justru citranya lebih kredibel dan stabil secara finansial. Alhasil, bisa meningkatkan kepercayaan investor dan mitra bisnis.
Baca Juga: Rating Obligasi - Pengertian, Kode, Faktor Pengaruh, dan Lembaga Pemeringkatnya di Indonesia
Risiko Perusahaan Menerbitkan Obligasi
Meskipun dari sudut pandang perusahaan, obligasi cenderung memiliki kelebihan dibandingkan saham, tetap saja obligasi memiliki risiko sebagai berikut:
1. Kewajiban Pembayaran Tetap
Perusahaan wajib membayarkan pokok utang beserta bunga kepada investor sesuai tenggat waktu, sekalipun kondisi bisnis mereka sedang memburuk dan pendapatan menurun.
Jika perusahaan tidak bisa membayarkan itu semua, disebut sebagai gagal bayar dan konsekuensinya tentu saja dijerat hukum. Investor yang merugi karena perusahaan gagal bayar, maka dapat mengajukan permohonan pailit (SIP Law Firm).
Pihak OJK juga berwenang menjatuhkan sanksi bagi perusahaan yang gagal bayar berupa peringatan tertulis, denda administratif, hingga pencabutan izin usaha.
2. Meningkatkan Beban Utang
Suatu perusahaan yang terlalu banyak utang justru dapat menurunkan rating kredit dan meningkatkan risiko finansial.
Lebih Baik Menerbitkan Obligasi atau Saham?
Lantas, ketika suatu perusahaan tengah membutuhkan dana, lebih baik menerbitkan obligasi atau saham? Jawabannya tentu saja bergantung pada bagaimana sudut pandang kondisi keuangan perusahaan tersebut.
Dari Sisi Kepemilikan
|
Obligasi |
Saham |
|
|
Dari Sisi Risiko
|
Obligasi |
Saham |
|
|
Dari Sisi Biaya
|
Obligasi |
Saham |
|
|
Dari Sisi Fleksibilitas
|
Obligasi |
Saham |
|
|
Dari Sisi Tahap Perusahaan
|
Obligasi |
Saham |
|
|
Jadi, jika ingin menjaga kontrol atas perusahaan, maka bisa memilih menerbitkan obligasi. Namun apabila arus kas perusahaan belum stabil, maka perusahaan bisa memilih menerbitkan saham yang lebih aman. Untuk jangka panjang, saham bisa lebih mahal secara implisit.
Baca Juga: Kenapa Harga Obligasi Bisa Naik Turun? Berikut 10 Faktor Pengaruhnya!
Contoh Perusahaan Indonesia yang Menerbitkan Obligasi 2026
Dalam beberapa tahun terakhir, penerbitan obligasi korporasi di Indonesia meningkat pesat. Melansir dari IPOT News, penerbitan obligasi korporasi sepanjang tahun 2026 tetap solid, mencapai Rp154 triliun hingga Rp196,86 triliun.
Dari angka tersebut, menunjukkan optimisme terhadap kondisi pasar keuangan domestik di situasi ekonomi sekarang. Nah, simak apa saja obligasi swasta terbaru 2025-2026 berikut ini!
|
No. |
Nama Obligasi |
Kode Perusahaan |
Jatuh Tempo |
Rating Obligasi |
|
1. |
Obligasi Berkelanjutan III PLN Tahap IV Tahun 2019 Seri C |
PPLN |
Agustus 2029 |
idAAA |
|
2. |
Obligasi Berkelanjutan III Indosat Tahap I Tahun 2019 Seri E |
ISAT |
Maret 2029 |
idAAA |
|
3. |
Sukuk Ijarah Berkelanjutan II XL Axiata Tahap I Tahun 2018 Seri E |
EXCL |
Oktober 2028 |
AA+ |
|
4. |
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2019 |
BBIA |
Juli 2026 |
AA |
|
5. |
Obligasi I Tridomain Performance Materials Tahun 2018 |
TDPM |
Desember 2027 |
idD |
|
6. |
Obligasi Berlandaskan Keberlanjutan I Bank BNI Tahap I Tahun 2025 Seri B |
BBNI |
Juli 2030 |
idAAA |
|
7. |
Obligasi Berkelanjutan II Sampoerna Agro Tahap I Tahun 2025 Seri B |
SGRO |
Juli 2030 |
idA |
|
8. |
Obligasi Berkelanjutan II KB Bank Tahap I Tahun 2025 |
BBKP |
Juli 2028 |
AAA |
|
9. |
Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financials Services Tahap I Tahun 2025 Seri B |
TAFS |
Juli 2028 |
AAA |
|
10. |
Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2025 Seri A |
BBRI |
Juni 2027 |
idAAA |
Sumber: IDX
Perlu kamu ketahui bahwa 1 perusahaan swasta dapat menerbitkan beberapa obligasi. Misalnya perusahaan PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp Tbk. dengan kode INKP yang bergerak di sektor Barang Baku telah menerbitkan 85 obligasi dengan berbagai tenor jatuh tempo dan ratingnya.
Baca Juga: 7+ Tips Membeli Obligasi, Berikut yang Perlu Digarisbawahi!
Mau Berinvestasi Pada Obligasi?
Nah, itulah penjelasan tentang apa saja alasan kenapa perusahaan swasta menerbitkan obligasi. Meskipun memang ada perusahaan swasta yang menerbitkan obligasi maupun saham demi memperoleh sumber dana. Sekarang ini, sudah banyak obligasi swasta yang berkembang ke arah ESG dan green financing.
Sekarang ini, investasi obligasi baik pemerintah maupun swasta juga semakin mudah melalui aplikasi InvestasiKu. Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga aman dan terpercaya. Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
Sumber:
Investopedia. (2025). Why Companies Issue Bonds: Benefits, Types, and Key Considerations.
Investopedia. (2024). Why Do Companies Issue Bonds and Other Debt?.
BIX. (2018). Why Company Issue Bond or Sukuk?.
SIP Law Firm. (2022). Perlindungan Hukum Bagi Investor Terhadap Gagal Bayar Obligasi.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)