LIFESTYLE
 

7 Negara Teraman untuk Pensiun, Mana Saja?

by Rifda Arum Adhi Pangesti - 06 May 2026 - Reviewed by Revo Gilang Firdaus M.

 

Masa pensiun menjadi fase kehidupan yang idealnya diisi dengan ketenangan, kenyamanan, dan kualitas hidup yang lebih baik. Tidak heran jika banyak orang mulai mempertimbangkan untuk tinggal di luar negeri saat pensiun, terutama di negara yang lebih aman, tenang, dan ramah bagi lansia.

Realitanya memang jumlah masyarakat Indonesia yang sengaja pindah ke luar negeri saat pensiun justru sangat kecil. Yap, hanya kalangan high net worth alias orang kaya saja yang bisa pindah negara saat pensiun. 

Melansir dari Kata Data, pada tahun 2025 jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai 33,94 juta dengan mayoritas berusia 60-64 tahun. Sayangnya, 64,21% lansia tersebut justru masih aktif bekerja demi bertahan hidup. 

FYI, tren sengaja pindah ke luar negeri saat pensiun itu memang ada, tetapi di Indonesia, masih belum masif. 

Jika demikian, memangnya negara mana saja yang masuk kategori negara teraman untuk pensiun? Apa saja faktor yang harus diperhatikan sebelum memutuskan pindah ke luar negeri? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Apa Maksud Negara Teraman untuk Pensiun?

Negara teraman untuk pensiun bukan hanya soal rendahnya tingkat kriminalitas saja. Ada banyak aspek penting yang harus diperhatikan dari konsep “aman” ini, yakni:

  • Stabilitas politik dan ekonomi
  • Kualitas layanan kesehatan
  • Biaya hidup yang terjangkau
  • Lingkungan sosial yang ramah
  • Infrastruktur yang memadai
  • Kemudahan akses untuk lansia

Singkatnya, negara terbaik untuk pensiun adalah tempat yang memungkinkan seseorang hidup nyaman secara fisik, finansial, dan mental. Melansir dari IAS Services, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat merencanakan pensiun di luar negeri, yakni:

1. Biaya Hidup

Kamu pasti tahu ‘kan jika pensiun itu berarti pendapatan terbatas. Umurmu tidak lagi muda yang bisa bekerja sekuat dulu. Jadi, pilihlah negara dengan biaya hidup rendah tetapi kualitas hidup tinggi.

Biaya hidup ini mencakup rata-rata sewa atau pembelian rumah, utilitas, makanan, pajak, hingga transportasi. Perlu diingat juga bahwa biaya hidup bergantung pada gaya hidup dan lokasi, sehingga tentu saja berbeda-beda. 

2. Kualitas Layanan Kesehatan

Mengingat usiamu kian bertambah terutama saat pensiun yang mana tidak lagi muda, maka tentu saja kemudahan akses ke fasilitas kesehatan menjadi faktor yang perlu kamu pikirkan. 

Kualitas layanan kesehatan ini mencakup kualitas perawatan kesehatan publik, biaya, kualitas asuransi swasta, hingga perawatan medisnya. 

3. Iklim dan Lingkungan

Ada beberapa pensiunan yang menyukai iklim tropis hangat, tetapi ada juga yang memilih iklim sejuk. Coba pertimbangkan negara mana yang memiliki 4 musim, atau justru negara dengan suhu dingin maupun hangat sepanjang tahun. 

FYI, kondisi cuaca ekstrem juga berpeluang pada terjadinya bencana alam. 

4. Persyaratan Visa

Beberapa negara memiliki program visa khusus untuk pensiunan yang mempermudah proses tinggal jangka panjang. 

5. Budaya Setempat

Pertimbangkan bahasa dan budaya negara pilihanmu, supaya kamu bisa mudah membaur dalam masyarakatnya. Negara dengan komunitas ekspatriat yang besar seringkali lebih ramah bagi pendatang baru. Misalnya seperti Portugal yang jadi negara favorit pada ekspatriat Eropa dan Amerika. 

Baca Juga: Negara dengan Peringkat Kredit Tertinggi dan Dampaknya Bagi Investor Obligasi

7 Negara Teraman untuk Pensiun

Berikut beberapa negara yang sering dijadikan pilihan untuk pensiunan berdasarkan berbagai indeks global:

1. Islandia

Melansir dari Investopedia, Islandia menempati peringkat pertama dalam Indeks Perdamaian Global 2025 karena keamanan dan stabilitas hidup masyarakatnya. Artinya, negara ini sangat damai yang bahkan tingkat kejahatannya saja rendah dan tidak ada konflik internal maupun eksternal. 

Eits, tetapi tentu saja biaya hidup di Islandia tinggi ya… Biaya hidup per orang mencapai $3.155 per bulan (Rp54 jutaan). Angka ini 25% lebih tinggi daripada hidup di AS. Namun, sebanding dengan bagaimana kehidupan di sana. 

2. Portugal

Portugal menjadi salah satu destinasi favorit pensiunan dari seluruh dunia. Terlebih lagi jika kamu menyukai suasana kota kecil yang ramai. 

Bisa dibilang, biaya hidup di Portugal itu relatif terjangkau daripada negara-negara lain di Eropa Barat. Layanan kesehatan di Portugal juga cukup terjangkau, terutama dengan adanya sistem layanan kesehatan publik bernama Servico Nacional de Saude.

Ketika kamu mengajukan visa Portugal, maka harus disertai asuransi swasta. Asuransi kesehatan swasta di Portugal sekitar €300 sampai €600 per bulan (Rp6-12 jutaan) dengan tanggungan 80% biaya medis. 

Jika kamu memilih kota seperti Lisbon, Porto, dan Algarve, biasanya biaya hidupnya berkisar antara $2.000 sampai $2.500, termasuk sewa (Rp34 jutaan). Apartemen satu kamar di kota-kota tersebut berkisar harga €1400 (Rp28 jutaan) dan biaya utilitas sekitar €150 (Rp3 jutaan). 

Di Portugal ada program visa pensiun bernama D7 Visa. Visa ini memang dirancang khusus untuk para pensiunan yang hanya memperoleh penghasilan dari passive income seperti tabungan, uang pensiun, atau bahkan investasi. 

FYI, pensiun dari luar negeri justru tidak dikenakan pajak selama di Portugal. (IAS Services)

3. Spanyol

Spanyol juga menawarkan gaya hidup santai yang cocok untuk pensiunan. Ada visa non-profit yang memungkinkan pensiunan asing untuk tinggal di Spanyol, dengan catatan dapat menunjukkan passive income yang cukup pada asuransi swasta. 

Ada banyak kelebihan Spanyol yang selalu menjadi pilihan pensiunan asing. Mulai dari sistem kesehatan berkualitas tinggi, budaya yang dinamis, ramah akan pejalan kaki, dan lainnya. Biasanya, pensiunan asing memilih Valencia dan Malaga sebagai kota tempat tinggal mereka. 

4. Kanada

Jika kamu pecinta cuaca dingin, maka bisa pilih Kanada sebagai tujuan pindah negara selama masa pensiun. Rata-rata biaya hidup di Kanada sekitar C$3.000 per bulan (Rp37 jutaan). Namun, kalau kamu memilih pusat kota seperti Toronto, maka biayanya lebih tinggi yakni C$4.200 per bulan (Rp53 jutaan). 

Biaya hidup itu mencakup sistem perawatan kesehatan (Mediacare) yang berlaku bagi semua penduduk Kanada, termasuk pensiunan asing. Kanada juga tidak memiliki visa pensiun khusus seperti Portugal. Jadi, kamu bisa mempertimbangkan visa start-up, visa super, atau program express entry. 

5. Thailand

Thailand justru menjadi pilihan populer bagi pensiunan Asia dan Barat. Bisa dibilang, Thailand menjadi negara termurah untuk pensiunan asing tanpa harus mengorbankan standar hidup, 

Ada banyak keunggulan jika kamu memilih Thailand sebagai negara teraman untuk pensiun. Mulai dari biaya hidup sangat terjangkau, iklim hangat, penduduk lokal yang ramah, hingga fasilitas kesehatan yang relatif murah.

Biaya hidup di Thailand sekitar €1.200 per bulan di Bangkok (Rp24 jutaan). Jika kamu memilih hidup di kota-kota kecil seperti Chiang Mai justru lebih murah yakni €800 (Rp16 jutaan) mencakup makanan, sewa rumah, asuransi, hingga akses transportasi. 

Perlu diketahui bahwa layanan kesehatan publik tidak tersedia bagi warna non-Thailand. Namun, perawatan medis swasta di Thailand sangat terjangkau. 

Kamu bisa pilih Visa non-A yang diperuntukkan bagi mereka usia di atas 50 tahun dengan penghasilan pensiun bulanan minimal €1.705 (Rp34 jutaan) dan memang tidak berniat bekerja di Thailand. 

Baca Juga: 5+ Pilihan Investasi Dana Pensiun yang Cocok di Tengah Perekonomian Negara Ini

Mau Berinvestasi Untuk Masa Pensiun?

Nah, itulah penjelasan tentang mana saja negara teraman untuk pensiun, khususnya bagi kamu yang ingin pensiun di luar negeri. Ingat, jangan hanya melihat negara populer saja, tetapi pastikan biaya hidup sesuai dengan dana pensiunmu.

Pensiun di luar negeri memang menawarkan banyak kelebihan, tetapi juga memiliki tantangan seperti jauh dari keluarga, kamu harus adaptasi budaya, hingga regulasi imigrasi yang berbeda-beda pada setiap negara. Jadi, keputusan untuk pensiun di luar negeri harus kamu pertimbangkan secara matang. 

Pada beberapa negara, memberlakukan aturan bahwa pensiunan asing harus memiliki passive income dengan nominal berbeda. Di sinilah investasi berperan besar karena dapat menjadi pemasukan pasif, terutama ketika kamu mulai berinvestasi sejak usia produktif. 

Sekarang ini, investasi obligasi baik pemerintah maupun swasta juga semakin mudah melalui aplikasi InvestasiKu. Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga aman dan terpercaya. Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik. 

Sumber:

Investopedia. (2026). Why Iceland Ranks as the Safest Country for Retirees, According to the Global Peace Index. 

How Stuff Works.(2026). 9 Best Countries for Expats to Retire To.  

IAS Services. Best Countries to Retire in 2026.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.service@megasekuritas.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

©2026 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK
KOMINFO