Semarak Idul Fitri 2026 sudah selesai, kamu pasti menerima banyak THR kan? Bagi yang bekerja, pasti menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dari kantor. Sementara bagi kamu yang masih sekolah atau kuliah, dapat THR dari sanak saudara lain. Eits, THR itu jangan kamu habiskan begitu saja untuk foya-foya dengan asal checkout barang-barang konsumtif.
In this economy, sebaiknya THR tersebut diinvestasikan saja. Yap, uang THR bisa menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan investasi, terutama bagi investor pemula. Tidak perlu 100% THR itu kamu alokasikan ke investasi, sebagian saja tidak apa-apa. Lagipula, dengan berinvestasi menggunakan THR tersebut dapat membantu meningkatkan nilai uang dan memperkuat kondisi finansial di masa depan.
Simak tips supaya uang THR tidak langsung habis begitu saja!
1. Pisahkan THR untuk Kebutuhan dan Investasi
Pertama, bagi terlebih dahulu alokasi THR. Jangan gunakan seluruh dana untuk belanja atau hiburan. Sebagai gambaran sederhana, kamu bisa membagi THR dengan skema berikut:
- 40% untuk kebutuhan hari raya
- 30% untuk tabungan atau dana darurat
- 30% untuk investasi
Tips ini kurang lebih sama seperti menabung ya… Jadi, kamu tetap bisa menikmati momen Lebaran 2026 tanpa mengorbankan rencana keuangan jangka panjang.
2. Tentukan Tujuan Investasi Sejak Awal
Setelah itu, tentukan tujuan keuangan yang memang ingin dicapai. Misalnya:
- menyiapkan dana pendidikan
- membeli rumah
- menambah dana pensiun
- membangun portofolio investasi
- liburan ke luar negeri
- nonton konser atau fanmeet idola
Jika sudah ada tujuan yang jelas, kamu pasti akan lebih termotivasi untuk menahan diri dari pengeluaran yang tidak perlu.
3. Mulai dari Nominal Kecil
Banyak orang berpikir investasi harus dimulai dengan dana besar. Padahal, saat ini kamu sudah bisa mulai berinvestasi dengan nominal yang relatif kecil. Sebut saja reksadana, sudah ada produk yang minimal investasi Rp10.000.
Bagi investor pemula, THR bisa menjadi modal awal untuk mencoba investasi secara bertahap tanpa mengganggu penghasilan bulanan. Kuncinya adalah konsisten menambah investasi secara berkala setelah Lebaran ini nanti.
4. Pilih Instrumen Investasi yang Mudah Dipahami
Jika kamu masih pemula, pilihlah instrumen investasi yang relatif mudah dipahami terlebih dahulu seperti reksa dana, saham blue chip, maupun saham-saham yang ada di indeks.
Sebelum berinvestasi, pastikan kamu memahami profil risiko dan cara kerja instrumen tersebut.
Baca Juga: Deretan Indeks Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Ada Apa Saja?
5. Jangan FOMO
Kesalahan yang sering terjadi pada investor pemula adalah membeli aset hanya karena sedang ramai dibicarakan. Ketika di sosial media sedang ramai saham X yang mengalami aksi korporasi right issue, kamu ikut-ikutan beli.
Padahal, keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada fundamental perusahaan, kondisi pasar, dan tujuan investasi pribadi. Ingat, kondisi pasar berbeda dengan ramai tidaknya saham tersebut diperbincangkan di sosial media. Dengan begitu, kamu tidak mudah terjebak tren sesaat.
6. Batasi Pengeluaran Saat Hari Raya
Hari raya sering kali identik dengan berbagai pengeluaran tambahan seperti belanja pakaian baru hingga hiburan. Agar THR tidak habis, buatlah batas pengeluaran yang jelas.
Tentukan budget belanja Lebaran 2026 ini, terutama saat kamu mudik. Hindari pembelian impulsif seperti FOMO dengan tren jilbab, pakaian, atau bahkan gadget baru. Tetap prioritaskan kebutuhan utama.
Sebenarnya, ada cara jitu supaya kita tidak FOMO yakni dengan tidak follow akun-akun influencer yang selalu memamerkan barang-barang mewah. Lagipula, jika tidak ikutan beli barang-barang tren tersebut, hidupmu masih tetap berjalan seperti biasanya ‘kan?
7. Jadikan Investasi sebagai Kebiasaan
Menginvestasikan THR bukan hanya tentang menaruh uang di suatu instrumen investasi seperti saham, reksadana, maupun oligasi, tetapi juga membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Jika dilakukan secara konsisten setiap tahun, investasi dari THR bisa berkembang menjadi portofolio yang cukup besar dalam jangka panjang.
Baca Juga: Bagaimana Membentuk Mindset Mengelola Uang Sedini Mungkin?
Siap Berinvestasi dari THR?
Nah, uang THR tidak harus selalu dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif. Dengan pengelolaan yang tepat, THR justru bisa menjadi modal awal untuk memulai investasi, terutama bagi investor pemula.
Mulailah dengan membagi alokasi dana, menentukan tujuan investasi, serta memilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko. Dengan begitu, uang THR tidak hanya memberikan kebahagiaan sesaat, tetapi juga membantu membangun masa depan finansial yang lebih stabil.
Berhubung sekarang ini segalanya sudah serba canggih, maka kamu bisa membeli sekaligus memantau saham, reksa dana, maupun obligasi hanya melalui aplikasi saja, salah satunya InvestasiKu.
Jangan khawatir sebab aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)