GLIMPSE
 

InvestasiKu X SPM: Belajar Investasi Mulai Dari Dasarnya!

by Rifda Arum - 27 Aug 2026 - Reviewed by Revo Gilang Firdaus M.

 

Bagi pemula, investasi sering kali terlihat rumit karena ada banyak istilah yang harus dipelajari. Mulai dari return, risiko, capital gain, dividen, lot, IHSG, hingga diversifikasi yang mungkin terdengar asing bagi kamu yang baru terjun ke dunia investasi.

Padahal, memahami investasi itu tidak harus langsung dimulai dari istilah yang rumit. Langkah awal yang penting justru memahami konsep dasarnya terlebih dahulu. Setelah memahami cara kerja investasi dan istilah yang sering digunakan, kamu akan lebih mudah menentukan instrumen investasi sekaligus strateginya. 

Apa Itu Investasi?

Secara sederhana, investasi adalah kegiatan menempatkan sejumlah dana atau aset ke dalam suatu instrumen dengan harapan mendapatkan pertumbuhan nilai atau manfaat ekonomi di masa mendatang.

Berbeda dengan menabung yang umumnya ditujukan untuk menyimpan dana, investasi justru bertujuan untuk mengembangkan nilai aset. Itulah kenapa, investasi juga memiliki risiko yang perlu kamu pahami.

Contoh: Archen membeli saham sebuah perusahaan dengan harapan harga saham tersebut dapat meningkat dalam jangka panjang. Jika harga saham naik dan kemudian dijual dengan harga lebih tinggi, maka Archen berpotensi memperoleh keuntungan.

Namun, harga saham juga bisa turun. Artinya, investasi tidak selalu menghasilkan keuntungan.

Konsep sederhana ini penting dipahami sejak awal adalah potensi imbal hasil selalu berjalan beriringan dengan risiko.

Mengenal Return dan Risiko

Dua istilah yang akan sering ditemui ketika belajar investasi adalah return dan risiko.

Return adalah hasil atau keuntungan yang diperoleh dari suatu investasi. Bentuknya dapat berbeda-beda bergantung instrumen yang digunakan.

Misalnya pada instrumen saham, investor dapat memperoleh return dari kenaikan harga saham atau pembagian dividen. Sementara pada obligasi, imbal hasil dapat berasal dari kupon yang dibayarkan penerbit obligasi.

Di sisi lain, ada risiko, yaitu kemungkinan hasil investasi tidak sesuai dengan yang diharapkan, termasuk kemungkinan mengalami kerugian.

Misalnya, seorang investor membeli saham pada harga Rp1.000 per saham. Jika kemudian harga turun menjadi Rp800, nilai investasinya mengalami penurunan. Nah, itulah kenapa, jangan hanya melihat potensi keuntungan ketika memilih investasi. Pahami juga risiko yang mungkin muncul.

Baca Juga: 8+ Macam Investasi Beserta Kelebihan dan Kekurangannya, Apa Saja?

Capital Gain dan Capital Loss

Dalam investasi saham, ada dua istilah yang berkaitan dengan perubahan harga aset, yaitu capital gain dan capital loss.

Capital gain terjadi ketika investor menjual aset dengan harga lebih tinggi dibandingkan harga belinya. Contoh:

  • Membeli saham pada harga Rp1.000 per saham, kemudian menjualnya pada harga Rp1.200.
  • Selisih Rp200 merupakan capital gain sebelum memperhitungkan biaya transaksi dan pajak yang berlaku.

Sebaliknya, capital loss terjadi ketika investor menjual aset pada harga yang lebih rendah dibandingkan harga belinya. 

Contoh: saham yang dibeli pada harga Rp1.000 kemudian dijual pada harga Rp800. Dalam kondisi tersebut, investor mengalami capital loss sebesar Rp200 per saham sebelum memperhitungkan biaya transaksi dan pajak yang berlaku.

Apa Itu Dividen?

Selain keuntungan dari perubahan harga, pemegang saham juga dapat memperoleh dividen. Dividen merupakan bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sesuai dengan keputusan perusahaan dan ketentuan yang berlaku.

Namun, tidak semua perusahaan membagikan dividen. Besaran dan waktu pembagian dividen juga dapat berbeda antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya.

Itulah kenapa, jika kamu sebagai investor lebih tertarik dengan saham dividen, maka perlu memahami kondisi keuangan perusahaan, kebijakan dividennya, serta faktor lain yang dapat memengaruhi kemampuan perusahaan dalam membagikan laba.

Baca Juga: 10+ Saham yang Rutin Bagi Dividen 2 Hingga 3 Kali Setahun, Mana Saja?

Saham, Obligasi, dan Reksa Dana, Apa Bedanya?

Setelah memahami konsep dasar investasi, pemula juga perlu mengenal beberapa instrumen investasi yang umum.

1. Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Ketika membeli saham sebuah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, investor memiliki bagian kepemilikan atas perusahaan tersebut sesuai jumlah saham yang dimiliki.

Potensi keuntungan saham dapat berasal dari capital gain dan dividen. Namun, harga saham dapat mengalami fluktuasi sehingga risikonya juga perlu diperhatikan.

2. Obligasi

Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk memperoleh pendanaan.

Investor yang membeli obligasi pada dasarnya memberikan dana kepada penerbit. Sebagai imbalannya, investor dapat menerima pembayaran kupon sesuai ketentuan obligasi dan memperoleh kembali pokok dana pada saat jatuh tempo, dengan tetap memperhatikan risiko penerbit dan ketentuan instrumennya.

3. Reksa Dana

Reksa dana merupakan wadah yang menghimpun dana dari investor untuk kemudian dikelola ke dalam portofolio efek atau aset lainnya sesuai kebijakan investasi masing-masing produk.

Instrumen ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor yang ingin berinvestasi melalui pengelolaan portofolio oleh Manajer Investasi.

Setiap instrumen memiliki karakteristik, potensi keuntungan, dan risiko yang berbeda. Jadi, tidak ada satu instrumen yang otomatis cocok untuk semua investor.

Mengenal IHSG

Jika mulai mengikuti berita pasar saham, pemula mungkin sering melihat istilah IHSG. IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan merupakan indeks yang mengukur kinerja harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Pergerakan IHSG sering digunakan sebagai salah satu gambaran mengenai kondisi pasar saham Indonesia secara keseluruhan. Namun, kenaikan atau penurunan IHSG tidak berarti seluruh saham pasti bergerak dengan arah yang sama.

Ada saham yang dapat naik ketika IHSG turun, begitu juga sebaliknya.

Apa Itu Lot dalam Saham?

Istilah lain yang penting dipahami investor saham pemula adalah lot.

Di pasar saham Indonesia, transaksi saham dilakukan dalam satuan lot. Satu lot terdiri dari 100 saham. Misalnya, harga sebuah saham adalah Rp1.000 per saham. Jika ingin membeli satu lot, nilai transaksi sahamnya adalah:

100 × Rp1.000 = Rp100.000

Angka tersebut belum memperhitungkan biaya transaksi yang mungkin dikenakan oleh perusahaan sekuritas.

Baca Juga: 1 Lot Ada Berapa Lembar Saham? Ini Jawabannya!

Mengenal Profil Risiko

Sebelum menentukan instrumen investasi, kamu perlu memahami profil risiko. Profil risiko menggambarkan kemampuan dan kesediaan seseorang dalam menghadapi risiko investasi.

Secara sederhana, investor dapat memiliki tingkat toleransi risiko yang berbeda. Ada yang lebih nyaman dengan pergerakan nilai investasi yang relatif stabil, sementara ada pula yang bersedia menghadapi fluktuasi lebih besar demi mengejar potensi imbal hasil yang lebih tinggi.

Profil risiko bukan berarti menentukan investasi mana yang pasti menghasilkan keuntungan. Konsep ini membantu investor mempertimbangkan apakah suatu instrumen sesuai dengan kondisi dan toleransi risikonya.

Baca Juga: Profil Risiko - Pengertian, Jenis, Perbedaan, dan Faktor Pengaruhnya

Lakukan Diversifikasi, Jangan Hanya Mengandalkan Satu Aset

Istilah diversifikasi juga penting dipahami sejak awal. Diversifikasi adalah strategi menyebarkan dana ke beberapa aset atau instrumen untuk mengelola risiko.

Contohnya, seseorang tidak menempatkan seluruh dana investasinya pada satu saham saja. Sebagian dana dapat dialokasikan ke beberapa aset sesuai tujuan, profil risiko, dan strategi investasinya.

Namun, diversifikasi bukan berarti risiko investasi otomatis hilang. Strategi ini lebih ditujukan untuk mengurangi ketergantungan portofolio terhadap kinerja satu aset tertentu.

Baca Juga: Diversifikasi Portofolio - Strategi Cerdas Mengurangi Risiko Investasi, Berikut Konsepnya!

Belajar Investasi Tidak Harus Langsung Rumit

Banyak pemula merasa harus memahami semua istilah pasar modal sebelum mulai belajar investasi. Padahal, proses belajar dapat dilakukan secara bertahap. Mulai pahami tentang hal-hal berikut:

  1. Apa tujuan investasi?
  2. Apa saja instrumen investasi yang tersedia?
  3. Dari mana potensi keuntungan berasal?
  4. Risiko apa yang mungkin terjadi?
  5. Berapa lama dana akan diinvestasikan?
  6. Berapa besar dana yang siap dialokasikan?
  7. Bagaimana cara membaca informasi mengenai suatu investasi?

Setelah konsep tersebut dipahami, istilah yang lebih kompleks seperti analisis fundamental, analisis teknikal, valuasi saham, market cap, dividend yield, price to earnings ratio (PER), dan price to book value (PBV) akan lebih mudah dipelajari.

Eits, ingat jangan hanya menghafal istilah. Pahami juga arti dan penggunaannya dalam mengambil keputusan investasi.

Kalau kamu masih sering bertanya, “Apa bedanya saham dan obligasi?”, “Apa itu capital gain?”, “Kenapa harga saham bisa naik turun?”, atau “Bagaimana cara memahami istilah-istilah di pasar modal?”, kamu tidak perlu belajar semuanya sendirian.

InvestasiKu bersama PT Mega Capital Sekuritas menghadirkan Sekolah Pasar Modal: “Belajar Investasi Mulai dari Dasarnya!” untuk membantu investor pemula memahami dasar-dasar investasi dan pasar modal.

Seminar ini akan menghadirkan:

  • Revo Gilang Firdaus, CSA
    Equity Analyst – PT Mega Capital Sekuritas
  • Mirna Elok Anggraini, CFP, QWP.
    Certified Financial Planner

Acara akan dilaksanakan secara offline pada:

📅 Rabu, 16 September 2026
⏰ 13.30–16.30 WIB
📍 Gedung I, Bursa Efek Indonesia

Acara ini gratis dengan kuota terbatas.

👉 Daftar di sini.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.



 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.service@megasekuritas.id
WhatsApp : +6282260904080

 
Eduvest
 

©2026 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK
KOMINFO