Mungkin kamu sudah tahu, bahwa supermarket populer Carrefour di Indonesia, sudah berganti nama menjadi Transmart. Kenapa ganti nama ya? Apakah ganti kepemilikan perusahaan juga?
Jawabannya, iya! Untuk lebih jelasnya, yuk intip sejarah Carrefour dan perjalanannya, sampai menjadi supermarket yang lebih besar seperti sekarang, dengan nama Transmart di bawah kepemilikan CT Corp!
Sejarah Carrefour
Carrefour Supermarket Asal Perancis
Bukan asli Indonesia, Carrefour sendiri merupakan sebuah kelompok supermarket internasional dan terbesar setelah Wal-Mart, yang berpusat di Perancis. Carrefour sendiri memiliki arti persimpangan dalam Bahasa Perancis, karena supermarket ini pertama dibuka di Annecy, dekat sebuah persimpangan pada 3 Juni 1957.
Pendiri Carrefour
Siapa pendiri Carrefour? Ia adalah Marcel Fournier dan Louis Deforey. Namun, gerai pertama Carrefour sangat kecil, sehingga dinobatkan sebagai gerai Carrefour terkecil di dunia.
Sampai pada akhirnya, kelompok Carrefour memperkenalkan konsep hipermarket atau supermarket besar, untuk pertama kalinya yang sekaligus mengkombinasikan department store. Hipermarket pertamanya dibuka, pada tahun 1962 di Sainte-Geneviève-des-Bois, dekat Paris, Perancis.
Sejarah Carrefour di Indonesia
Tidak hanya di Perancis, Carrefour pun akhirnya mendunia, dan akhirnya hadir di Indonesia pada tahun 1996. Adapun gerai pertama Carrefour didirikan di Cempaka Putih pada bulan Oktober tahun 1998.
Karena menjadi ritel terbesar kedua di dunia, maka Carrefour Indonesia yang menjadi bagian dari perusahaan global PT Carrefour Indonesia, berusaha untuk bisa memberikan pelayanan kelas dunia.
Di Indonesia, Carrefour juga mengusung konsep hipermarket yang menyediakan alternatif belanja baru, bagi pelanggan di Indonesia. Konsep tersebut dinamakan "One-Stop Shopping", dengan pilihan produk yang beragam, lengkap, harga murah, dan pelayanan yang baik melebihi ekspektasi harapan pelanggan.
Bos Carrefour Ingin Kerjasama Dengan CT
Jadi supermarket terbesar, kok Carrefour tiba-tiba hilang? Bukan hilang, tapi diambil alih oleh salah satu pengusaha ternama Indonesia, yakni Chairul Tanjung (CT), melalui CT Corp.
CT Corp yang dimiliki oleh pengusaha Chairul Tanjung ini, memikat bos perusahaan retail Carrefour, untuk bekerjasama dalam mengembangkan bisnisnya. Dari sekian banyak pengusaha dan konglomerat di Indonesia, CT yang menjadi prioritas teratas.
Akhirnya, bos Carrefour menemui CT untuk membicarakan kerjasama, namun CT tidak langsung setuju kala itu. Alasannya, CT mempunyai daya tawar tinggi. Berikut alasan yang diungkapkan CT, seperti yang dilansir cnbcindonesia:
"Saya mau jadi pemegang saham terbesar. Saya mau misi dan visi kami, seperti pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), bermitra dengan pasar tradisional, hubungan dengan pusat dan daerah, bisa berjalan," kata CT dikutip dari Chairul Tanjung si Anak Singkong (2012)
"Kalau mau seperti itu, oke. Kalau tidak, silakan cari mitra lain," tambahnya.
Karena CT dan CT Corp dipandang sebagai pengusaha dan mitra bisnis yang baik, menurut bos Carrefour, akhirnya permufakatan pun bisa cepat selesai dan sepakat untuk kerjasama pada 16 April 2010.
Awalnya CT Hanya Ambil 40% Saham Carrefour
Di kesepakatan tersebut, CT resmi mengambil alih 40% saham Carrefour, dan Carrefour juga telah resmi menjadi milik orang Indonesia. Bahkan proses dagang ini, menjadi yang tercepat dalam sejarah bisnis di Indonesia abad ke-21, yakni hanya butuh waktu 3 bulan saja.
Setelah resmi, CT langsung terjun langsung ke lapangan untuk blusukan, dari gerai ke gerai. Ia berbincang dengan para karyawan, melihat kondisi lokasi, hingga mengecek harga-harga produk.
Selain itu CT juga membuat dan meresmikan program Bazar Rakyat di seluruh Carrefour Indonesia, untuk mendukung UMKM lokal tanpa batas waktu. Tujuannya sungguh mulia, karena beliau ingin memantik roda ekonomi rakyat, serta menciptakan jaringan kebutuhan hidup masyarakat.
Baca juga: Profil Lengkap Chairul Tanjung
CT Kuasai Saham Carrefour 100% dan Ganti Nama Jadi Transmart
Tidak hanya 40%, CT akhirnya berani untuk mengambil seluruh saham Carrefour, aliah resmi kuasai 100% saham Carrefour Indonesia pada November 2012. Tidak lagi bernama Carrefour, setelah dikuasai CT namanya perlahan berganti menjadi Transmart, yang hingga saat ini sudah memiliki lebih dari 100 gerai di seluruh Indonesia.