Kilas balik di tahun 2025 silam, sektor saham perbankan selalu naik turun. Ingat bahwa harga saham di bursa itu memang tidak tetap alias dinamis, termasuk saham sektor bank ini.
Ada banyak faktor internal maupun eksternal yang menyebabkan harga saham sektor perbankan naik turun. Salah satunya faktor eksternal yang berupa kebijakan baru dari penyelenggara negara, atau berita global.
Seiring berjalannya waktu, IHSG juga bisa kembali naik dengan ditopang oleh kinerja saham perbankan yang ramai-ramai menguat. Yap, performa saham perbankan memang wajar fluktuatif, tetapi pertumbuhannya cenderung normal.
Langsung aja yuk simak apa saham perbankan dan performanya pada tahun 2026 ini!
1. Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI)
Saham perbankan yang pertama adalah dari Bank Rakyat Indonesia dengan kode BBRI. Dapat dikatakan bahwa performa saham BBRI ini sangat baik dan stabil.
Ditambah lagi pada 19 Juli 2025 silam, pemerintah telah meluncurkan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang ternyata memberikan sentimen positif pada BBRI ini.
Perlu kamu ketahui bahwa program KDMP ini menargetkan pembentukan 80.000 koperasi desa dengan kebutuhan pembiayaan sekitar Rp3 miliar per koperasi. Nah, program tersebut sejalan dengan layanan BRI yang menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor mikro dan pedesaan.
Kinerja keuangan BBRI juga dinilai solid. Proyeksi laba bersih tahun 202 silam sebesar Rp56,8 triliun dan dividend yield mencapai 8,7%.
Pada 23 Januari 2026, harga saham BBRI adalah Rp3,810. Untuk melihat harga saham BBRI terbaru, klik link ini.
2. Bank Central Asia Tbk. (BBCA)
Performa saham perbankan yang stabil pada tahun 2025 silam ini juga ditunjukkan oleh Bank Central Asia Tbk. dengan kode BBCA. Mengingat citra bank swasta satu ini selalu positif di masyarakat, khususnya dalam pelayanan.
Selain itu, BBCA selalu masuk daftar saham blue chip yang jadi andalan bagi para investor baik itu pemula maupun profesional. Pada 21 Mei 2025, BBCA kembali menunjukkan kenaikan dengan harga Rp9.700 dan menguat 2,37%.
Pada 23 Januari 2026, harga saham BBCA adalah Rp7,650. Untuk melihat harga saham BBCA terbaru, klik link ini.
Baca Juga: Apa Itu Saham Blue Chip? Berikut Pengertian & Contohnya!
3. Bank Negara Indonesia (BBNI)
Bank Negara Indonesia yang notabene BUMN juga memiliki nilai saham yang stabil sejak listing tahun 1989. Bank dengan kode saham BBNI ini selalu diincar oleh investor, walaupun nilainya sempat menurun akibat pandemi Covid-19.
Kiprah BBNI di pasar modal masih saja tumbuh secara signifikan, bahkan setelah melakukan right issue sebanyak 151,90 milyar dengan harga Rp25 per lembarnya. Aksi right issue dilakukan untuk memperkuat permodalan sekaligus ruang ekspansi bisnis ke depannya.
Pada tahun 2025 kemarin, sekitar 60% saham BBNI dimiliki oleh pemerintah melalui PT Danantara Asset Management. Sisanya yakni 40% dimiliki oleh publik.
Pada 23 Januari 2026, harga saham BBNI adalah Rp4,590. Untuk melihat harga saham BBNI terbaru, klik link ini.
4. Bank Mandiri Tbk. (BMRI)
Selanjutnya ada Bank Mandiri dengan kode saham BMRI. Setiap tahunnya, BMRI selalu memberikan return yang stabil sehingga cocok sebagai aset investasi jangka panjang.
Melansir dari infobanknews, pada tahun 2025 laba bersih Bank Mandiri tumbuh 1,31% dari tahun 2024. Secara fundamental, BMRI tetap dinilai solid dan cocok dijadikan investasi jangka panjang.
Pada 23 Januari 2026, harga saham BMRI Rp4,980. Untuk melihat harga saham BMRI terbaru, klik link ini.
5. Bank Tabungan Negara (BBTN)
Bank Tabungan Negara juga merupakan BUMN di bidang jasa keuangan. Sejak listing di BEI pada Desember 2009, saham perbankan dengan kode BBTN ini cenderung stabil.
Pada Mei 2025, BBTN sudah menunjukkan kinerja yang solid. Laba bersih tercatat mencapai Rp1,19 triliun yang tumbuh yoy 3,31%.
Disinyalir, ada dua layanan dari BBTN yang menopang pertumbuhan laba bersih ini yakni penyaluran kredit dan pembiayaan yang stabil.
Pada 23 Januari 2026 harga saham BBTN adalah Rp1,230. Untuk melihat harga saham BBTN terbaru, klik link ini.
6. Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP)
Bank KB Bukopin yang sebelumnya bernama Bank Umum Koperasi Indonesia ini memiliki kode saham BBKP. Sayangnya, memang sejak era orde baru, eksistensi bank ini sering dianggap semu.
Sepanjang tahun 2024 saja, rugi bersih naik 2,07% (yoy) sekalipun pendapatannya naik. Kerugian tersebut disebabkan adanya pencatatan beban non-recurring.
Pada kuartal I-2025, likuiditas BBKP tetap solid dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) berbasis giro dan tabungan.
FYI, BBKP masih menjalani proses transformasi besar-besaran sejak bergabung ke KB Financial Group (KBFG) asal Korea Selatan.
Pada 23 Januari 2025, harga saham BBKP adalah Rp83. Untuk melihat harga saham BBKP terbaru, klik link ini.
Baca Juga: 33 Saham Sektor Energi yang Terdaftar di BEI, Siap Beli?
7. Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS)
Sesuai namanya, Bank Syariah Indonesia menjadi jasa keuangan yang berfokus pada bidang perbankan syariah. Bank ini memiliki kode emiten BRIS. Sejak listing pada Mei 2018 di BEI, saham perbankan yang satu ini selalu memberikan performa lumayan stabil.
Hingga Desember 2024, BRIS mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam bisnis emas baik itu produk cicil emas maupun produk gadai emas.
Pada 23 Januari 2026, harga saham BRIS adalah Rp2,220. Untuk melihat harga saham BRIS terbaru, klik link ini.
8. Panin Financial Tbk. (PNLF)
PT Panin Financial Tbk. merupakan anak perusahaan PT Panin Dai-Ichi Life. Meskipun pandangan publik terhadap bank ini positif, tetapi performa saham perbankannya cukup riskan.
Pada kuartal I-2025, PNLF sudah membukukan laba bersih sebesar Rp441,2 milyar. Angka ini naik dibandingkan dengan periode yang saham pada tahun 2024 silam.
Pada 23 Januari 2025, harga saham PNLF adalah Rp306. Untuk melihat harga saham PNLF terbaru, klik link ini.
9. Bank Mayapada International Tb (MAYA)
Jasa keuangan milik grup Mayapada dengan tokoh kunci Dato Sri Tahir ini telah berdiri sejak tahun 1989. Lalu berhasil listing di BEI pada Agustus 1997 dengan kode MAYA.
MAYA telah membukukan laba bersih selama tahun 2024 sebesar Rp25,6 milyar. Angka ini dianggap naik dibandingkan tahun 2023. Sementara pada tahun 2025 silam, MAYA meraih laba sebesar Rp23,7 milyar.
Pada 23 Januari 2026, harga saham MAYA adalah Rp244. Untuk melihat harga saham MAYA terbaru, klik link ini.
Baca Juga: Profil Dato Sri Tahir, Salah Satu 9 Naga di Indonesia?
10. Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA)
Selanjutnya ada PT Bank CIMB Niaga Tbk. yang tentunya merupakan bank swasta di bawah CIMB Group. Sejak listing di BEI pada 1989, bank ini memiliki kode emiten BNGA.
Melansir dari idnfinancials.com, pendapatan bunga bersih BNGA merosot 0,64% menjadi Rp13,27 triliun. Padahal, produk kredit dan kredit bank-only milik mereka sudah meningkat.
Saham BNGA ini membagikan dividen tunai Rp155,73 per saham, dengan cum-date pada 23 April 2025.
Sementara pada 23 Januari 2026, harga saham BNGA adalah Rp1,865. Untuk melihat harga saham BNGA terbaru, klik link ini.
11. Allo Bank Indonesia (BBHI)
Allo Bank Indonesia merupakan bank swasta yang baru saja berdiri di lingkup CT Corp, yakni pada tahun 1993. Bank dengan kode emiten BBHI ini saja baru listing pada tahun 2015 silam.
Sejauh ini, BBHI tumbuh dengan kinerja yang stabil sebagai salah satu bank digital. Pada kuartal I-2025, BBHI telah mendapat tambahan pendapatan dari denda keterlambatan dan biaya administrasi yang mencapai 20% pendapatan.
Pada 23 Januari 2026, harga saham BBHI adalah Rp1,475. Untuk melihat harga saham BBHI terbaru, klik link ini.
12. Bank Mega Tbk. (MEGA)
Terakhir ada Bank Mega Tbk. yang turut berada di zonasi CT Corp. Bank swasta ini berdiri sejak tahun 1969 dengan nama PT Bank Karman, yang kemudian direlokasi menjadi Bank Mega.
Sejak listing di BEI pada April 2000, bank ini memiliki kode emiten MEGA. Performa saham perbankan yang satu ini sedang gonjang-ganjing dan berpeluang stabil.
Pada 2024, Bank Mega telah memperoleh laba bersih Rp2,63 triliun. Dari laba tersebut, sekitar 40% atau Rp1,05 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai dan 60 persen sisanya Rp1,58 triliun digunakan sebagai saldo laba dan dana cadangan.
Pada 23 Januari 2026, harga saham MEGA adalah Rp3,350. Untuk melihat harga saham MEGA terbaru, klik link ini.
Minat Berinvestasi Pada Saham Perbankan?
Nah, itulah beberapa performa saham perbankan tahun 2025 ini. Saham-saham seperti BBCA, BBHI, BBRI, MEGA, dan lainnya bisa kamu investasikan melalui aplikasi InvestasiKu. Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga aman dan terpercaya.
Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)