ARTIKEL
 

Memahami Apa Itu Strategi Sell on Strength

BY Dany Mauriz Gibran - 7/28/2022 9:00:00 AM - 3 MINS READ

 

Sell on strength artinya keputusan seorang trader untuk menjual saham miliknya ketika harga nya bergerak lebih tinggi dari harga awal dibeli. Strategi ini dirancang untuk mencegah pembalikan harga yang akan datang.

 

Memahami Sell on Strength

Sell on strength sering kita lihat sebagai strategi konservatif bagi investor yang menjual saham nya pada saat trend naik, bisa juga menjual saat pergerakan harga mengalami penurunan atau koreksi untuk menghindari reversal.

Pada kondisi itu, trader mungkin akan menghasilkan keuntungan yang lebih kecil. Setidaknya, penjual merealisasikan keuntungan tersebut sebelum pembalikan dimulai, yang mengurangi potensi kerugian serius.

Banyak trader akan menunggu konfirmasi pembalikan trend terlebih dahulu. Namun, pada saat pembalikan dikonfirmasi, mungkin sudah terlambat dan pedagang mungkin akhirnya mengalami kerugian.

Sell on strength artinya sama seperti kata pepatah, "uang yang hilang lebih baik daripada uang yang hilang."

 

Baca juga: Cut Loss adalah Fitur Batas Rugi Agar Kamu Tidak Bangkrut

 

Strategi Sell on Strength Dalam Saham

Ada dua strategi utama yang dapat digunakan oleh pedagang dan investor kekuatan jual saat melakukan short:

1. Lump Sum

Mengacu pada menjual seluruh saham pada saat harga mulai terjadi penurunan.

2. Averaging In

Berpatokan pada menjual beberapa lot saja selama periode waktu tertentu untuk mengurangi eksposur saat pembalikan yang diharapkan mendekat.

Selain itu, pedagang dapat melihat indikator teknis atau pola grafik lainnya saat memutuskan untuk sell on strength. Contoh yang bagus adalah saham yang trennya lebih tinggi tetapi kehilangan momentum seiring waktu.

Dengan momentum yang bergerak lebih rendah, pembalikan bisa saja terjadi, dan mungkin ini saat yang tepat untuk melakukan sell on strength sebelum pembalikan yang sebenarnya terjadi.

 

 

Contoh Soal Sell on Strength dalam Saham

Misalnya, seorang pedagang sedang memiliki saham ABC seharga 1.000 dan akan naik melewati 1.500. Tetapi, trader tersebut tau bahwa harga akan berbalik pada garis resistance di area 1.500.

Pada skenario ini, jika trader membeli saham ABC pada harga 1.000 dan menjual saat harga mencapai harga tertinggi yang telah ditentukan 1.500, pedagang akan berjaga-jaga dan merencanakan sell on strength pada harga 1.400.

Pada akhirnya, harga sudah mulai kehilangan momentum naik di harga 1.400 dan trader tersebut berhasil mengambil keuntungan maksimal walaupun tidak mencoba menutup transaksi pada harga 1.500.

 
 
InvestasiKu
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android atau iOS dan nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter

© 2021 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK