ARTIKEL
 

Direksi NCKL Kena Kasus Suap, Ngaruh ke Kinerja dan Saham?

by Estrin Vanadianti Lestari - 04 Jan 2024 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) atau biasa disebut Harita Nickel diketahui sedang tersandung kasus suap, yang dilakukan oleh salah satu sang direksi. Dengan adanya berita tersebut, akhirnya NCKL buka suara dan beri penjelasan ke bursa.

Diketahui, direktur NCKL yakni Stevi Thomas menjadi salah satu tersangka kasus suap, yang melibatkan Gubernur Maluku Utara, yakni Abdul Gani Kasuba. Bagaimana modusnya?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan informasi pada Rabu, (20/12) lalu, bahwa Stevi yang merupakan rekanan swasta, berperan sebagai pihak yang memberikan uang kepada sang Gubernur, Abdul Gani Kasuba melalui ajudannya.

Untuk keperluan apa? Uang suap yang diberikan Stevi, akan digunakan untuk pengurusan perizinan pembangunan jalan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, yang di mana pembangunan tersebut akan menggunakan jasa perusahaannya.

Tidak sampai disitu, ternyata pihak Legal Manager & Corporate Secretary NCKL Franssoka Y. Sumarwi mengatakan, bahwa NKCL sendiri belum memperoleh informasi terkait dengan proyek pembangunan jalan, yang disampaikan oleh KPK tersebut.

Alasannya, perusahaan NCKL hanya memiliki wewenang dalam mengerjakan pekerjaan jalan akses operasional pertambangan saja (hauling road), di dalam Izin Usaha Pertambangan (IUP). Intinya, hanya digunakan untuk kepentingan internal, dan bukan merupakan jalan umum.

NCKL sendiri akan menghormati hukum yang diberikan, meski NCKL belum menerima surat dari KPK. Pihak keluarga Stevi juga telah menunjuk penasehat hukum, sebagai perwakilan dan pendamping untuk menjalani proses hukum tersebut.

 

Harga Saham NCKL Turun Akibat Kasus Suap Direksinya?

Dengan terjadinya kasus dugaan tindak pidana tersebut, apakah mempengaruhi kinerja saham? Kenyataannya iya! Di mana saham NCKL turun tipis sebanyak 5 poin (0,50%) ke level Rp1.000 pada (22/12/2023) kemarin.

Meski begitu, Legal Manager sekaligus Corporate Secretary Franssoka Y. Sumarwi menyampaikan bahwa, kasus suap yang menyeret salah satu direktur NCKL, tidak berdampak signifikan terutama pada kegiatan perseroan.

 

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO