ARTIKEL
 

Cut Loss adalah Fitur Batas Rugi Agar Kamu Tidak Bangkrut

BY Dany Mauriz Gibran - 5/24/2022 10:00:00 AM - 7 MINS READ

 

Ada saatnya kamu wajib menunaikan cut loss pada saat transaksi saham. Kalau kemungkinan harga saham rumit untuk naik kembali. Mari cari tahu lebih lanjut yuk mengenai apa itu cut loss? mengapa setiap trader kudu meletakan cut loss? Kapan waktu yang tepat dan gimana sih cara pakai strategi cut loss yang baik dan benar?

Pemasangan batas rugi wajib bagi pedagang, apalagi ketika saham yang sedang dipegang turun drastis. Salah satu penyebabnya yakni mereka memborong saham ketika momen yang ga pas.

Masalah seperti itu bisa bernasib buruk bagi para trader. Namun, kebanyakan dari mereka tidak menyadari bahwa, kehilangan besar itu akibat tidak memasang fitur batas rugi.

Download InvestasiKu Sekarang! Fitur Cutloss Otomatis Tersedia Di Aplikasi InvestasiKu!

Strategi Cut Loss dalam Perdagangan Saham

Transaksi saham adalah salah satu instrumen berdagang yang kapan saja bisa berpotensi kehilangan. Dalam jual beli saham modern, sudah bagian dari strategi untuk meminimalisir dan menjauhkan kehilangan besar. 

Caranya dengan memastikan fitur batas rugi. Sesuaikan juga dengan latar belakang risiko kehilangan yang dapat kamu tanggung.

Seorang trader dalam transaksi saham, baik pemula atau profesional, keduanya harus merencanakan strategi cut loss. Sebelum bertransaksi, terlebih dahulu wajib mengaktifkan fitur batas rugi. Artinya, transaksi kamu akan terjual secara otomatis ketika harganya lebih rendah dari saat kamu membelinya.

Dengan menunaikan fitur batas rugi, kamu memang tidak mendapatkan profit. Setidaknya kamu sudah memutuskan untuk menutup transaksi dengan kehilangan terbatas.

Artinya, kamu tidak mendapat untung dalam menunaikan batas rugi. Tetapi kamu sudah memutuskan pilihan yang benar untuk menolak kerugian besar. Berhenti pada kerugian kecil adalah hal yang benar daripada menanggung kerugian besar. 

Dalam pengertian yang lebih simpel, cut loss adalah langkah penting untuk menyelamatkan kehilangan modal besar dalam trading. Selagi kamu sepakat untuk menghambat kehilangan modal, itu tidak berarti kamu ga sepenuhnya merugi, tetapi untuk memperkecil loss yang semakin besar ketika tren pasar saham sedang buruk.

Kenapa Trader Harus Memasang Fitur Batasan Rugi?

Memasang cut loss adalah bagian dari mengelola aset. Tanpa adanya fitur batas rugi, trader saham tidak akan memiliki perlindungan untuk menjaga modalnya.

Disiplin dalam menetapkan batasan batas rugi juga berfungsi untuk menyelamatkan sesuatu yang tidak terduga. Seperti krisis besar melanda, harga saham turun. Oleh karena itu, fitur batas rugi juga disebut sebagai pelindung aset.

Contohnya, kamu memastikan limit batas rugi untuk perdagangan saham menjadi 5 sampai 10 persen dari kehilangan kapital. Jika kehilangan modal sudah mencapai persentase tersebut, kamu wajib menutup transaksi dengan segera. 

Sehingga kehilangan modal yang kamu dapatkan tidak lebih besar dari kisaran tersebut.

Sebaliknya, kalau kamu menjual saham ketika harganya sudah tinggi dari harga beli, itu disebut take profit atau mewujudkan keuntungan. Taking profit tidak bermaksud untuk menghilangkan potensi profit yang lebih banyak lagi. Hanya saja ini bagian dari rencana. 

Banyak loh investor jangka panjang dan trader yang ga suka pakai cut loss. Ada beberapa orang yang ga mengimplementasikan ini. Namun, ketika pergeseran semakin turun, mereka justru memborong saham lebih banyak lagi.

Dalam kasus seperti itu, pola pikir para investor yang membenci cut loss adalah jika mereka menjual saham dalam posisi merugi, itu berarti menyadari kehilangan modal yang ditimbulkan, justru mereka menjaring saham ketika sedang di harga murah.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cut Loss?

Periode yang pas untuk menyanggupi cut loss sangat beragam, tergantung pada posisi kamu dalam transaksi saham. Tergantung apakah kamu tipikal trader saham atau berniat investasi untuk periode panjang, keduanya memiliki kerangka waktu yang berbeda dalam memastikan kapan harus menunaikan fitur batas rugi.

Batasan Rugi Bagi Seorang Trader Saham

kalau kamu adalah seorang trader, saat saham yang kamu beli harganya sedang turun, maka sebaiknya kamu segera menjualnya. Itulah cut loss dalam trading saham. 

Tapi, saat saham kemungkinan akan naik, kamu bisa menunggu harga sampai take profit yang kamu tetapkan.

Kuncinya di sini adalah mencoba mencari tahu kemana arah pergeseran harga saham selanjutnya. Baik itu turun atau lebih tinggi, naik, atau segera akan naik lagi dalam jangka pendek, kamu harus mampu menganalisis pasar untuk pergeseran harga saham.

Periode jangka pendek dalam trading saham adalah perdagangan harian. Terkadang, perdagangan jangka pendek bisa kurang dari beberapa bulan tergantung pada periode transaksi kamu. 

Jika kamu sedang floating loss, kamu bisa langsung menunaikan batas rugi. Contohnya, ketika tahun 2020 kamu memborong saham seharga Rp2.000. Pada 2021, saham tersebut naik menjadi Rp3.000. 

Pada akhir tahun, tiba-tiba harganya turun lagi menjadi Rp2.000. Ketika kamu sudah pasang stop loss pada harga Rp2.000. Kamu berada pada posisi break even point. kamu tidak kehilangan uang, tetapi kamu kehilangan waktu.

Satu tahun adalah waktu yang relatif berharga dalam kegiatan trading. Ada banyak saham di Bursa Efek Indonesia yang mampu mencetak laba bersih lebih dari 10% dalam periode dua belas bulan.

Cut Loss untuk Investor

Trader berbeda dengan investor. Jika kamu seorang investor, kamu bisa menunaikan cut loss ketika ada perubahan mendasar. Seorang investor yang memborong saham atas dasar fundamentalnya,  perlu juga menggali lebih dekat isu terkait kinerja bisnis yang ingin dibeli oleh investor tersebut. 

Ketika kinerja fundamental perusahaan memburuk dan tidak memungkinkan harga naik lagi, itulah saat yang tepat bagi investor untuk menunaikan batas rugi.

Ada lebih dari satu alasan kenapa investor menjual sahamnya adalah jika ada kabar buruk tentang perusahaan yang bersangkutan. Atau mungkin penurunan IHSG, di mana kamu harus menjual semua kepemilikan saham kamu, terutama saham yang pergerakan harganya mudah dipengaruhi oleh indeks.

Cara Pakai Strategi Cut Loss

Uraian di atas menyiratkan bahwa arti cut loss adalah menjual saham yang potensi harganya masih akan turun lebih rendah lagi. Tidak ada perdagangan yang mampu memastikan konsistensi potensi capital gain untuk hari, minggu, atau tahun berikutnya. 

Itu sebabnya menjadi pedagang saham penuh waktu tidak dianjurkan. Tapi bagaimana investor tahu bahwa saham yang mereka pegang masih bisa turun lagi, baca berikut ini.

Ada 2 cara yang bisa mereka gunakan sebagai acuan dalam memastikan cut loss point suatu saham, misalnya dari harga beli saham dan berdasarkan support pointnya.

Fitur Batas Rugi berdasarkan Harga Beli

Dalam hal ini, kamu memastikan limit fitur batas rugi jika kehilangan uang sudah 5 hingga 10 persen dari modal kamu. Jadi, ketika kerugian sudah menggapai area tersebut, kamu bisa langsung menjualnya untuk menolak kehilangan lebih lanjut.

Cara ini tidak terlalu luwes karena tidak mempertimbangkan kemungkinan pergerakan harga saham di masa mendatang.

Apakah Cut Loss Adalah Kegagalan?

Ketika pertama kali kamu mendengar tentang cut loss, sebuah pertanyaan mungkin muncul di kepala kamu; apakah investor gagal menunaikan fitur batas rugi?

Jawabannya adalah tidak. 

Cut loss dalam investasi atau perdagangan saham adalah bentuk mengakui kehilangan dan dengan fitur batas rugi maka dana tidak dikunci sehingga dapat digunakan untuk transaksi lainnya. 

Tidak masalah jika kamu kalah karena kamu waspada dalam menunaikan fitur batas rugi untuk peluang capital gain lainnya.

Perdagangan saham tidak sepenuhnya judi, untuk mendapatkan capital gain dalam perdagangan saham diperlukan keterampilan dasar perdagangan valas. 

Memiliki keterampilan perdagangan saham dapat membantu kamu menghasilkan keuntungan dan menolak kehilangan.

Lakukan Fitur Batas Rugi

Lakukan batas rugi jika setelah kamu analisa ulang ternyata potensi pergeseran harga akan cenderung menurun. Jika ternyata keputusan batas rugi kamu tepat, berarti kamu menolak diri kamu dari kehilangan yang lebih besar.

Namun kalaupun memang keputusan kamu dalam melakukan batas rugi salah, berarti pergeseran harga saham akan bergerak menuju ekspektasi awal kamu.

Berikan Komentar
 
 
 
InvestasiKu
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android atau iOS dan nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter

© 2021 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK