ARTIKEL
 

BSDE Beli Smartel, Aset Anak Usaha FREN

by William Fernandes - 03 Jan 2024 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) tengah melakukan langkah strategis, yakni dengan membeli aset anak usaha dari PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), yaitu PT Smart Telecom (Smartel).

Melalui penandatanganan akta jual beli pada tanggal 27 Desember 2023, BSDE resmi menjadi pemilik tanah kosong, seluas kurang lebih 2.134 meter persegi.

Tanah kosong tersebut, terletak di Jl. Pahlawan Seribu, CBD BSD Lot 12A, Lengkong Gudang, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten.

Nilai transaksi dari pembelian aset ini, mencapai sekitar Rp16,43 miliar dan dana untuk pembelian tersebut, berasal dari kas internal perusahaan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi BSDE, untuk memperluas portofolio bisnisnya di sektor properti.

 

Dampak Positif dan Tidak Memberikan Dampak Negatif

Corporate Secretary BSDE, Ricardo Arif Dharmawan, menyatakan bahwa transaksi ini memiliki dampak positif, bagi kegiatan usaha perseroan. Selain itu, transaksi ini juga tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kondisi operasional, hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.

Sebelumnya, BSDE telah mencatatkan laba bersih senilai Rp1,77 triliun pada kuartal III-2023. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 92,64%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Bumi Serpong Damai, Hermawan Wijaya, mengapresiasi komitmen dan kerja keras seluruh karyawan yang telah berkontribusi dalam meningkatkan laba bersih perusahaan.

Hal ini menunjukkan bahwa produk-produk properti yang ditawarkan oleh BSDE sangat diminati oleh konsumen. Perusahaan optimis dapat melanjutkan momentum positif ini, hingga akhir tahun.

 

Pendapatan Usaha yang Stabil

Selain laba bersih yang meningkat, BSD City juga berhasil mempertahankan pendapatan usahanya pada level yang stabil. Pada kuartal III-2023, pendapatan usaha BSD City mencapai Rp 7,31 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 2,28% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi terbesar pendapatan usaha BSD City berasal dari penjualan tanah, bangunan, dan strata title, yang menyumbang sebanyak 82,57% dari total pendapatan. Selain itu, segmen sewa dan pengelola gedung juga memberikan kontribusi yang signifikan, terhadap pendapatan usaha BSD City.

 

Dukungan Terhadap Kebijakan Pemerintah

BSD City juga menyambut baik rencana pemerintah terkait kebijakan relaksasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN), untuk pembelian rumah dengan harga di bawah Rp2 miliar.

Kebijakan ini akan memberikan insentif berupa PPN, yang ditanggung pemerintah 100% hingga Juni 2024, dan 50% dari Juni hingga Desember 2024. BSD City sebagai pelaku di sektor properti menyambut baik kebijakan ini dan optimis dapat memanfaatkannya untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

 

 

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO