Dulu, keinginan buat punya rumah dan mobil di usia muda mungkin bakal terdengar realistis. Kalau sekarang? Banyak yang merasa itu cuma mimpi mahal.
Di sosial media saja sudah berseliweran jokes tentang “Gen Z gak bisa beli rumah karena harga properti terus naik, jadi mending ngopi dan jajan aja…”
Nyatanya, memang harga properti kian naik, cicilan makin panjang, sementara gaji terasa “lewat doang”. Eits, tapi faktanya, masalah utama sering bukan di penghasilan, melainkan strategi keuangan yang belum tepat.
Kabar baiknya: punya rumah dan mobil bukan mustahil, bahkan untuk Gen Z, asal tahu caranya. Yuk, simak gimana strategi dan peran investasi dalam mempercepat tujuan finansial.
Realita Harga Properti di Indonesia: Kenali Medannya Dulu
Sebelum bicara “beli rumah”, ada satu hal penting yang wajib kamu cermati yakni lokasi. Yap, harga rumah sangat berbeda antar kota, dan ini berpengaruh besar ke strategi finansial kamu.
1. Jakarta & Sekitarnya
Sebagai pusat perekonomian negara, tentu saja Jakarta menjadi kota dengan harga properti tertinggi. Rumah di Jakarta bisa mulai Rp1,5–3 miliar. Harga tanah di Jakarta Pusat juga mahal, per meter saja bisa mulai dari Rp25 juta sampai Rp150 meter.
Sementara harga rumah di sekitar Bekasi, Depok, maupun Tangerang justru lebih masuk akal, di kisaran Rp500–900 jutaan.
STRATEGI: kamu bisa pilih daerah sekitar pinggiran Jakarta yang ramah transportasi umum.
2. Bandung
Kamu bisa juga pilih beli rumah di Bandung yang tentu saja masih jadi favorit karena gaya hidup dan iklim yang dingin.
Harganya tanah di pinggiran Bandung seperti Cimahi lebih terjangkau, di kisaran Rp4 juta sampai Rp12 juta per meter persegi. Namun jika berada di pusat kota, maka tentu saja di atas Rp12 juta per meter persegi.
3. Surabaya
Sebagai kota bisnis Jawa Timur, harga rumah di Surabaya relatif stabil. Jika kamu memilih rumah di pusat kota, maka harganya bisa sampai Rp1 miliar ke atas. Mungkin bisa jadi pertimbangan bagi kamu yang punya urusan bisnis di Jakarta, karena jarak Surabaya-Jakarta itu memakan waktu hingga 9 jam untuk berkendara mobil.
Eits, tetapi Surabaya menarik karena potensi kenaikan nilai properti jangka panjang.
4. Yogyakarta & Solo
Bisa dibilang daerah Jogja dan Solo itu favorit Gen Z karena biaya hidup lebih rendah sekaligus demi work-life balance. FYI, pada akhir 2025, harga properti di Jogja mengalami kenaikan 3,7%.
Kalau kamu memilih rumah subsidi di daerah pinggiran Jogja seperti Gunungkidul atau Kulonprogo, mungkin harganya lebih terjangkau. Mulai dari Rp166 juta. Namun jika kamu pilih rumah di tengah kota, tentu saja harganya mencapai miliaran rupiah.
Baca Juga: Beli Rumah Baru atau Bangun Rumah Dari Nol?
Beli Mobil, Mending Kredit Sekarang atau Investasi Dulu?
Mobil sering jadi aset pertama sebelum rumah. Namun di sinilah banyak orang kejebak.
Opsi 1: Beli Mobil dengan Kredit
✔ Bisa langsung pakai
❌ Total bayar jauh lebih mahal karena bunga
❌ Cicilan menekan cash flow bulanan
Contoh sederhana:
Mobil Rp300 juta dengan tenor 5 tahun → total pembayaran bisa tembus Rp360–390 juta.
Opsi 2: Investasi Dulu, Beli Mobil Belakangan
✔ Uang bekerja lewat investasi
✔ Beban cicilan lebih ringan atau bahkan cash
✔ Lebih fleksibel secara finansial
Di sinilah konsep compounding effect berperan. Compounding effect adalah efek “bunga berbunga”, di mana uang yang diinvestasikan lebih awal punya waktu untuk tumbuh lebih besar.
Contoh sederhana adalah kamu investasi Rp2 juta/bulan dengan return rata-rata 10% per tahun. Jika kamu konsisten 5-7 tahun, maka hasilnya bisa cukup signifikan untuk DP rumah, DP mobil, atau bahkan beli mobil bekas cash tanpa cicilan panjang
Masalah Utama Anak Muda: Mampu vs Siap Secara Finansial
Gen Z yang berada di rentang kelahiran 1997 sampai 2012 itu mayoritas sudah menjadi orang dewasa yang memiliki pendapatan sendiri dan bahkan jadi tulang punggung keluarga. Coba deh kamu lihat di sekitarmu, profesi seperti kasir, teller bank, satpam, hingga pekerja kantoran itu rata-rata adalah para Gen Z.
Masalahnya, punya penghasilan itu bukan berarti otomatis siap beli aset besar seperti rumah atau mobil. Sayangnya, para Gen Z juga mudah terjebak pada satu kesalahan klise yakni merasa mampu, padahal belum siap secara finansial.
Mampu Cicilan ≠ Siap Finansial
Banyak orang berpikir bahwa “Gaji cukup kok buat cicilan rumah” atau “Mobilnya bisa dicicil, DP juga ada.”
Secara hitung-hitungan kasar, iya memang kamu mampu bayar cicilan. Namun, kemampuan bayar cicilan itu bukan satu-satunya indikator kesehatan finansial. Faktanya, cicilan itu sifatnya jangka panjang.
Kalau kondisi keuangan tidak dipersiapkan dengan matang, cicilan yang awalnya terasa ringan bisa berubah jadi beban yang bikin napas sesak tiap akhir bulan.
Lalu, Apa Itu “Siap Secara Finansial”?
Siap finansial bukan soal gaji besar, tapi soal struktur keuangan yang sehat dan tahan banting. Secara umum, seseorang bisa dibilang siap membeli aset jika:
- Cash flow sehat: Pengeluaran bulanan terkendali, masih ada sisa uang setelah semua kebutuhan terpenuhi.
- Dana darurat aman: Minimal 3–6 bulan pengeluaran rutin tersimpan, jadi nggak panik kalau tiba-tiba ada kejadian tak terduga.
- Cicilan maksimal 30–35% dari penghasilan: Lebih dari itu? Risiko stres finansialnya tinggi, apalagi kalau penghasilan belum stabil.
- Punya asuransi: Bukan buat gaya-gayaan, tapi buat jaga-jaga supaya rencana keuangan nggak ambyar saat risiko datang.
- Investasi sudah berjalan: Bukan cuma nabung, tapi uang juga bekerja untuk bantu mengejar tujuan jangka panjang seperti DP rumah atau mobil.
Kalau salah satu saja belum terpenuhi, membeli aset besar perlu dipikir ulang strateginya.
Baca Juga: 7 Cara Menabung Untuk Beli Mobil Bagi Karyawan Gaji 6 Juta, Simak Hitungan Realistisnya!
Strategi Dasar Punya Rumah & Mobil di Usia Muda
Lantas, gimana strategi buat punya rumah dan mobil di usia muda? Ada beberapa prinsip yang realistis buat kamu ikutin:
- Tentukan tujuan, mau beli rumah dulu atau mobil dulu?
- Sesuaikan gaya hidup dengan tujuan jangka panjang.
- Bedakan kebutuhan dan gengsi. Jangan sedikit-sedikit checkout barang cuma karena FOMO aja.
- Gunakan cicilan sebagai alat, bukan solusi utama.
- #PRINSIP: Investasi bukan buat cepat kaya, tapi mempercepat tujuan.
- Proteksi penting supaya rencana nggak ambyar di tengah jalan
Semua ini terdengar simpel, tapi sering sulit dipraktikkan tanpa framework yang jelas.
Mau Strategi yang Lebih Terarah & Praktis?
Kalau kamu adalah seorang fresh graduate atau first jobber, seorang yang pengen punya rumah atau mobil tanpa stres, atau bahkan pribadi yang sudah mulai sadar pentingnya financial planning tapi bingung mulai dari mana, bisa ikutin detikcourse: Cara Punya Rumah & Mobil di Usia Muda? Mulai Dari Strategi Ini!
📅 Tanggal: 13 February 2026
💻 Format: Online
🎙 Pembicara: Kayleen, CFP® (Certified Financial Planner)
Di kelas ini kamu akan belajar:
- Cara mengatur gaji dari kebutuhan hari ini ke tujuan masa depan
- Cash vs cicilan: mana yang cocok untuk kondisi kamu
- Peran investasi & mindset “grow & protect”
- Kesalahan umum saat beli rumah & mobil
- Checklist kesiapan finansial sebelum ambil aset
- Studi kasus nyata + sesi Q&A interaktif
Bukan teori ribet, tapi panduan praktis yang bisa langsung dipakai. Langsung aja daftar di sini.
Karena mimpi punya rumah dan mobil itu sah.
Yang bikin beda cuma satu: punya strategi atau tidak.

%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)