ARTIKEL
 

Ingin Franchise Warteg Kharisma Bahari? Simak Harga dan Syarat Bukanya

by Estrin Vanadianti Lestari - 14 Aug 2023 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Siapa yang tidak tahu warteg, atau warung tegal Kharisma Bahari? Bukan warteg biasa, warteg ini ternyata dibuka dengan sistem franchise atau waralaba.

Jadi, nggak heran deh, kalau kamu sering lihat warteg yang satu ini, terutama di kawasan Jabodetabek, dengan ciri khas cat tembok berwarna kuning dan hijau. Yuk, kita intip fakta-faktanya, sekaligus berapa biaya dan bagaimana sih cara buka franchise Warteg Bahari.

 

Sejarah Warteg Kharisma Bahari

Seperti warteg pada umumnya, warung Tegal Kharisma Bahari ini adalah warung makan, yang menjual berbagai menu makanan khas rumahan. Jenis menu dan lauk-pauknya pun beragam, dengan menggunakan bahan olahan dari sayuran, olahan ternak, hingga laut.

 

Warteg Bahari Berdiri Sejak 1996

Jika melihat kilas balik ke belakang, perjalanan warteg Bahari ini ternyata sudah cukup panjang, karena sudah berdiri sejak tahun 1996. Pemilik awal dari warteg yang satu ini adalah Suyudi, di mana ia menggunakan modal untuk membangun bisnis ini, dari sang mertua yang didapatkan dari pinjaman bank.

Warteg Kharisma Bahari sendiri, pertama kali berdiri, justru bukan di Tegal, melainkan di Jakarta Selatan. Mengapa di Jaksel? Karena Suyudi melihat daerah tersebut adalah lokasi yang strategis untuk membuka bisnis warteg.

Bukan warteg biasa, warteg Kharisma Bahari, menciptakan branding warteg yang bersih, nyaman, terang, dan tidak kumuh, seperti warteg-warteg pada umumnya. Sehingga, Suyudi menjamin, semua makanan yang tersedia berkualitas dari segi kebersihan hingga cita rasa, namun tetap dengan harga yang ekonomis.

Mulai dari pembukaan satu warteg, seiring berjalannya waktu, Suyudi mulai membuka warteg Kharisma Bahari di lokasi lain. Tapi, ia merasa pengelolaannya semakin rumit, dan tidak mudah untuk mengelola banyak warteg.

 

Sudah Ada Sekitar 800 Cabang

Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk membuka sistem waralaba atau franchise, kepada siapapun, yang ingin berbisnis warteg. Saat ini, ia sudah memiliki lebih dari 800 cabang, bahkan hingga luar Jabodetabek.

Jika kamu tertarik untuk bergabung franchise warteg Bahari, Suyudi menawarkan berbagai keunggulan yang akan ditawarkan kepada mitranya, seperti memiliki brand besar, tersedia tim survei lokasi, memberikan bimbingan bisnis, menyediakan menu-menu pilihan.

 

Biaya Franchise Warteg Bahari Mulai Rp110 Juta

Cukup besar, ternyata biaya untuk bergabung menjadi mitra warteg Bahari menyentuh harga ratusan juta, tepatnya mulai dari Rp110 juta hingga Rp150 juta, tergantung besarnya lahan atau lokasi (standar 4x4 meter).

Jadi, jika kamu punya lahan dan lokasi yang tepat, maka akan ada renovasi bangunan, di mana sudah termasuk dalam pembiayaan di atas. Tapi jika lahannya yang tersedia lebih dari 4x4 meter, maka akan ada biaya tambahan biaya renovasi Rp10 juta/meter.

Tidak hanya itu, biaya franchise warteg Bahari di atas juga sudah termasuk beberapa hal berikut:

  • Kios atau bangunan yang telah direnovasi menjadi warteg khas Kharisma Bahari
  • Peralatan masak, makan, meja, kursi, etalasa makanan
  • 3 orang karyawan
  • Pengelola termasuk tukang masak

Untuk sistem bisnisnya, adalah dengan cara bagi hasil antara pengelola dan mitra waralaba, sebesar 50:50. Di mana mitra waralaba juga diwajibkan untuk membayar gaji untuk 3 orang karyawan, masing-masing Rp1,5 juta/bulan.

Setelah itu, keuntungan dari warteg, akan dibagi 2 dengan tukang masak (pengelola). Contoh, jika keuntungan warteg kamu adalah Rp30 juta, maka keuntungan pengelola dan mitra bisnis akan dibagi 2, menjadi masing-masing Rp15 juta.

 

Syarat Buka Franchise Warteg Bahari

Tidak mudah untuk membuka bisnis warteg dari nol, karena bisnis ini sudah memiliki banyak pesaing. Maka disarankan bagi yang tertarik bisnis warteg, untuk bergabung ke franchise yang disediakan Warteg Kharisma Bahari Group. Berikut persyaratannya:

  • Memiliki lokasi usaha strategis yang wajib ada di Jabodetabek
  • Memiliki lokasi dengan luas 4x4 meter. Semakin luas bangunan maka semakin mahal harga franchise-nya.
  • Menyiapkan modal atau dana mulai dari Rp110 juta hingga Rp150 juta

Gimana nih Kawan Visto? Apakah kamu tertarik untuk berbisnis Warteg Bahari? Jika dilihat dari segi popularitas, mungkin sudah tidak perlu diragukan lagi. Sehingga keuntungan mungkin bisa didapatkan dengan mudah, terlebih bisnis makanan biasanya lebih tahan lama.

Kamu bisa investasikan keuntungan bisnismu, di instrumen investasi yang tepat, seperti saham, obligasi atau reksadana. Jangan lupa untuk memilih tempat investasi yang aman juga, seperti InvestasiKu!

Selain punya banyak fitur yang memudahkan untuk investor pemula, investasi di InvestasiKu juga bisa dapat poin, di setiap transaksinya! Yuk, download InvestasiKu sekarang juga!

 

 

Download InvestasiKu bisa dapat poin

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO