KEUANGAN
 

Mengenal Prinsip Ekonomi: Tujuan, Manfaat, & Ciri-cirinya

by Muhammad Arif Izzudin - 09 May 2024 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Pada setiap kegiatan ekonomi di kehidupan sehari-hari, prinsip ekonomi memainkan peranan yang cukup penting. Prinsip-prinsip ini membantu kita memahami bagaimana sumber daya yang terbatas harus dialokasikan secara efektif dan efisien. Selain itu, dengan prinsip ini, kita akan lebih memahami bagaimana pasar dan ekonomi bekerja, serta memengaruhi keputusan ekonomi yang kita buat setiap hari.

Prinsip ekonomi memberikan kita beberapa manfaat. Pertama, memaksimalkan keuntungan agar kita mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya. Kedua, meminimalkan kerugian dengan melakukan pengorbanan yang sekecil-kecilnya.

Prinsip ekonomi ini berlaku dalam tiga kegiatan ekonomi yaitu upaya menghasilkan barang (produksi), memasarkannya (distribusi), dan memakai barang tersebut (konsumsi).

Salah satu prinsip ekonomi yang paling fundamental adalah prinsip permintaan dan penawaran. Prinsip ini mengajarkan bahwa harga suatu barang atau jasa ditentukan oleh interaksi antara permintaan dan penawaran di pasar. Ketika permintaan suatu barang atau jasa meningkat, sementara penawarannya tetap, harganya akan naik. Sebaliknya, jika penawaran meningkat sementara permintaan tetap, harganya akan turun.

 

Pengertian Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi merupakan sebuah panduan dalam kegiatan ekonomi untuk meminimalisir resiko kerugian, serta mencapai perbandingan rasional antara pengorbanan yang dikeluarkan dan hasil yang diperoleh. Tujuan utama dari prinsip ekonomi adalah untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, dan kerugian yang sekecil-kecilnya.

Prinsip ekonomi juga bisa diartikan sebagai pilihan yang dibuat konsumen dan faktor serta perilaku yang memengaruhi pilihan tersebut. Konsumen disini bisa berupa orang, perusahaan, organisasi, atau badan pemerintah yang menggunakan produk atau jasa dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhannya.

Pada prinsipnya, ekonomi adalah hal-hal yang mencakup berbagai macam hukum dan teori ekonomi. Terutama yang menjelaskan bagaimana suatu ekonomi berupaya memenuhi permintaan tak terbatas dengan sumber daya yang terbatas.

 

Macam-macam Prinsip Ekonomi

 

1. Prinsip Ekonomi Produksi (Produsen)

Produsen merupakan sebuah badan usaha atau perorangan yang berperan sebagai penghasil dan penyedia barang atau jasa yang nantinya akan didistribusikan hingga ke tangan konsumen.

Produsen melakukan proses produksi dengan tujuan untuk menghasilkan barang atau jasa. Bisa berupa barang baru atau hanya menambah nilai guna suatu barang. Hal ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dengan biaya yang efisien dan kualitas yang terbaik.

Berikut merupakan contoh prinsip ekonomi bagi produsen:

  • Menyesuaikan permintaan pasar. Produsen harus bisa memproduksi barang yang banyak dicari dan dibutuhkan banyak orang.
  • Mengoptimalkan produksi. Produsen perlu menyesuaikan jumlah produksi dengan jumlah permintaan pasar, agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan pasokan.
  • Meningkatkan efisiensi bahan baku dan proses produksi. Produsen perlu mencari bahan baku dengan kualitas terbaik namun dengan harga yang masih terjangkau. Selain itu, perlu juga meningkatkan efisiensi produksi dengan cara meminimalisir biaya produksi, meningkatkan kualitas produk, dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
  • Mengoptimalkan alokasi sumber daya. Produsen perlu memiliki sumber daya manusia yang memang ahli dalam bidangnya.
  • Melakukan inovasi produk dan teknologi. Produsen yang sukses harus terus berinovasi dalam hal teknologi yang digunakan agar dapat menghasilkan produk yang lebih baik.
  • Mengoptimalkan rantai pasok. Produsen perlu menentukan tempat produksi yang dekat dengan sumber bahan baku dan dekat dengan lokasi konsumennya. Hal ini cukup penting sebagai upaya untuk menghemat biaya distribusi atau rantai pasok.

 

2. Prinsip Ekonomi Distribusi (Distributor)

Distributor merupakan perusahaan atau individu yang bertanggung jawab untuk memasarkan dan mendistribusikan produk dari produsen ke pasar, termasuk ke pengecer atau konsumen akhir. Tugas utama distributor adalah membeli produk dari produsen dalam bentuk jadi, tanpa adanya proses perubahan atau modifikasi. Kemudian menyimpannya dalam gudang, mempromosikan produk, menentukan harga, dan mengatur distribusi ke pengecer atau konsumen akhir.

Dalam rantai pasokan, distributor berperan sebagai penghubung antara produsen dengan konsumen. Distributor dapat membeli produk dari produsen dalam jumlah besar dengan harga yang lebih murah, kemudian memecah produk tersebut menjadi bagian yang lebih kecil untuk didistribusikan ke pengecer atau konsumen akhir. Dengan cara ini, produsen dapat fokus pada produksi produk mereka, sedangkan distributor dapat fokus pada distribusi dan pemasaran produk tersebut.

Berikut merupakan prinsip ekonomi yang harus diperhatikan oleh distributor:

  • Memprioritaskan kepuasan pelanggan. Distributor harus memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggan agar mereka merasa puas dan terus membeli produk yang didistribusikan. 
  • Menentukan saluran distribusi yang baik dan alat angkut yang ekonomis. Distributor dapat menyalurkan barang dari produsen ke konsumen dengan cepat, tepat, aman, dan murah namun tetap mendapatkan keuntungan yang maksimal.
  • Menjalin kerjasama yang baik dengan produsen. Hal ini dilakukan untuk memastikan pasokan barang dari produsen selalu lancar dan mendapatkan harga yang kompetitif.
  • Efisiensi kegiatan operasional untuk memaksimalkan keuntungan. Distributor harus memaksimalkan efisiensi operasional perusahaan dengan cara menentukan harga jual yang tepat, mempercepat pengiriman, memperluas pangsa pasar, dan terus memperbaiki sistem manajemen rantai pasok.

 

3. Prinsip Ekonomi Konsumsi (Konsumen)

Konsumen adalah individu atau kelompok orang yang membeli atau menggunakan produk atau jasa dengan tujuan memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Konsumen hanya akan menggunakan produk atau jasa, tanpa menjual kembali produk yang ia beli kepada pihak lain.

Konsumen memiliki peran penting dalam perekonomian, karena permintaan yang mereka hasilkan menjadi dorongan bagi produsen untuk memproduksi lebih banyak produk atau jasa. Secara ruang lingkup pasar yang lebih luas, keputusan konsumen dalam membeli atau tidak membeli suatu produk akan berdampak pada harga dan persaingan pasar.

Beberapa prinsip ekonomi yang perlu diperhatikan konsumen, sebagai berikut:

  • Melakukan riset pasar untuk mendapatkan harga dan kualitas terbaik. Konsumen harus membeli produk atau jasa dengan harga dan kualitas yang sesuai dengan nilai manfaat yang diperoleh. Hal ini dapat dicapai dengan cara membandingkan harga produk atau jasa yang sama dari berbagai sumber dan memilih yang paling sesuai.
  • Membuat prioritas terhadap barang atau jasa yang akan dibeli. Konsumen perlu memerhatikan faktor kebermanfaatan dari suatu barang atau jasa terlebih dahulu. Sebaiknya mendahulukan kebutuhan pokok dan hanya memilih barang atau jasa yang benar-benar penting dan dibutuhkan.
  • Maksimalkan kepuasan. Konsumen harus berusaha untuk memaksimalkan kepuasan yang diperoleh dari produk atau jasa yang dibeli, dengan memilih yang paling sesuai dengan preferensi dan kebutuhannya.
  • Mempertimbangkan faktor kepercayaan dan keamanan. Konsumen harus membeli produk atau jasa dari produsen yang dapat dipercaya dan mampu menjamin keamanan dari produk atau jasa yang dibeli.

 

Baca juga: Manfaat Perdagangan Internasional Bagi Perekonomian Indonesia

 

Tujuan Prinsip Ekonomi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tujuan dari prinsip ekonomi adalah mencapai perbandingan rasional antara usaha yang dilakukan dan hasil yang diperoleh. Singkatnya, tujuan prinsip ekonomi yaitu untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian.

Selain itu prinsip ekonomi juga bertujuan untuk mencegah terjadinya konsumsi yang berlebihan, dan hanya mempergunakan kemampuan yang dimiliki.

 

Ciri-ciri Prinsip Ekonomi

Setelah mengetahui pengertian prinsip ekonomi dan tujuannya, kita juga perlu tahu ciri-ciri seseorang yang menerapkan prinsip ekonomi:

  • Bertindak ekonomis. Seseorang mampu melakukan perencanaan yang matang dan perhitungan yang cermat sebelum melakukan kegiatan ekonomi. Melalui sikap ini, seseorang dapat memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya, serta menghindarkan diri dari sikap impulsif dan kebiasaan boros.
  • Bertindak secara rasional. Sebelum melakukan kegiatan atau tindakan ekonomi, seseorang akan selalu berfikir menggunakan akal sehat tanpa melibatkan emosi dan hawa nafsu. Biasanya, orang yang memiliki sifat ini bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
  • Mempertimbangkan prinsip cost and benefit. Seseorang selalu memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dengan seberapa besar manfaat yang akan diterima dari suatu tindakan ekonomi yang ia lakukan.
  • Menentukan skala prioritas. Seseorang membuat daftar kebutuhannya berdasarkan tingkat kepentingan dari yang paling mendesak hingga tidak mendesak.
  • Bersikap hemat. Seseorang membeli barang atau jasa hanya sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

 

Manfaat Prinsip Ekonomi

Menerapkan prinsip ekonomi memiliki beberapa manfaat, khususnya memberikan hasil yang optimal dalam setiap keputusan ekonomi. Beberapa manfaatnya yaitu:

  • Meminimalisir terjadinya kerugian, karena mengedepankan bekerja secara cepat, tepat, efektif, dan efisien.
  • Penggunaan sumber daya yang optimal untuk memperoleh keuntungan maksimal.
  • Mampu mencapai target atau tujuan dengan tepat waktu.
  • Terpenuhinya tingkat kepuasan pelaku ekonomi.
  • Meningkatkan tingkat kesejahteraan dengan persaingan ekonomi yang sehat.

 

10 Prinsip Ekonomi

Terdapat 10 prinsip ekonomi yang dijelaskan oleh Gregory Mankiw dalam Principles of Economics (1989):

  1. Berfikir rasional. Artinya, selalu melakukan pertimbangan dan mengambil keputusan rasional sebelum menjalankan kegiatan ekonomi.
  2. Pemerintah memiliki kewenangan untuk meningkatkan faktor produksi. Artinya, pemerintah memiliki wewenang untuk memberi dukungan dalam proses berjalannya kegiatan ekonomi di pasar, seperti melalui pembuatan peraturan.
  3. Pengorbanan biaya dibutuhkan untuk mendapatkan sesuatu. Artinya, selalu ada biaya sepadan yang harus dikeluarkan dalam setiap kegiatan ekonomi.
  4. Standar hidup negara bergantung pada kemampuannya dalam memproduksi barang dan jasa. Artinya, setiap kebijakan terkait kegiatan perekonomian dalam suatu negara akan mempengaruhi produktivitas yang secara tidak langsung mempengaruhi standar hidup rakyatnya.
  5. Setiap orang lebih tanggap kepada insentif. Artinya, keuntungan lebih dinilai dapat memotivasi seseorang untuk melakukan usaha lebih efektif dan produktif.
  6. Perdagangan menguntungkan semua pihak. Artinya, setiap bentuk persaingan ekonomi memiliki spesialisasi masing-masing sehingga suatu bentuk persaingan juga bisa menjadi mitra.
  7. Pasar sebagai tempat terjadinya kegiatan ekonomi. Artinya, siklus interaksi antara produsen dan konsumen sangat berpengaruh untuk membentuk suatu sistem kebijakan dalam kegiatan perekonomian.
  8. Harga akan meningkat jika pemerintah mencetak uang dalam jumlah yang banyak. Artinya, semakin banyak uang yang beredar maka semakin kecil nilai uang tersebut. Hal ini akan menyebabkan inflasi atau peningkatan harga barang.
  9. Trade-off dan opportunity cost. Artinya, setiap orang harus mengeluarkan uang atau apapun itu untuk mendapatkan sesuatu (tidak ada yang benar-benar gratis).
  10. Masyarakat menghadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. Artinya, adanya inflasi secara tidak langsung menimbulkan peningkatan jumlah pengangguran dalam jangka pendek.

 

Itulah penjelasan lengkap mengenai prinsip-prinsip ekonomi. Semoga kamu bisa memahaminya dengan baik, ya!

Prinsip ekonomi mengajarkan kita untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian. Prinsip ini bisa kamu pakai juga loh untuk melakukan investasi. Kamu bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi dengan berinvestasi di instrumen reksadana, obligasi, ataupun saham.

Nah, kamu bisa mulai investasi di platform terbaik untuk investasi, yakni InvestasiKu! 

InvestasiKu adalah platform investasi online yang punya banyak produk dan fitur unggul, baik untuk investor pemula maupun profesional. Yuk download aplikasinya, sekarang!

 

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO