ARTIKEL
 

Apa Itu Spekulasi? Ini Bedanya Dengan Investasi Saham!

by Dany Mauriz Gibran - 04 Mar 2022 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Pengertian Spekulasi

Spekulasi adalah perkiraan yang mengacu pada tindakan pembelian aset berupa (komoditas, barang atau ekuitas) yang memiliki risiko besar kehilangan nilai, tetapi juga terdapat harapan untuk mendapatkan nilai dalam waktu dekat. Sebelum membaca lebih jauh, kita harus tahu terlebih dahulu apa itu spekulasi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti spekulasi yaitu pendapat atau dugaan yang tidak berdasarkan kenyataan; tindakan yang bersifat untung-untungan.

Pengertian spekulasi berkaitan erat dengan perdagangan instrumen keuangan yang melibatkan risiko tinggi, dengan harapan pengembalian yang signifikan. Motifnya adalah untuk mengambil keuntungan maksimal dari fluktuasi pasar.

Berspekulasi artinya melakukan kegiatan spekulasi serta meyakini hasilnya tanpa sebuah rencana. Sedangkan, spekulan adalah seseorang yang mempertaruhkan kerugian untuk kemungkinan keuntungan yang cukup besar. 

Arti spekulasi dalam ekonomi merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan pengambilan risiko keuangan. Misalnya, seorang individu dapat terlibat dalam spekulasi dengan menginvestasikan uang dalam usaha bisnis baru. Meskipun, hasil keuntungan atau kerugian tidak diketahui.

Seorang spekulan dapat menggunakan berbagai faktor untuk memperkirakan hasil yang mungkin untuk suatu investasi tetapi tidak dapat secara pasti menentukan hasil kinerja.

 

Bagaimana Investor Melakukan Spekulasi Dalam Investasi?

Investor yang berspekulasi dalam investasi instrumen keuangan, fokus utamanya pada fluktuasi harga. Meskipun risiko yang terkait dengan investasi tersebut tergolong tinggi, investor biasanya lebih fokus untuk menghasilkan keuntungan berdasarkan perubahan nilai pasar jangka pendek daripada investasi jangka panjang.

Biasanya, spekulasi dalam investasi dilakukan ketika ada momentum besar yang menyebabkan harga suatu instrumen keuangan bergerak secara cepat. Jika tidak ada berita hangat yang menyebabkan suatu saham bergerak cepat, spekulan tidak tertarik untuk terlibat dalam investasi saham. 

Jika spekulasi dalam investasi melibatkan pembelian saham, maka istilahnya yaitu spekulasi saham. Dalam skenario ini, investor membeli saham dalam upaya untuk menjual saham itu pada harga yang lebih tinggi, meskipun kondisi pergerakan nya berisiko besar.

 

Download Aplikasi InvestasiKu Sekarang!

 

Perbedaan Investasi dan Spekulasi

Berikut ada beberapa yang perbedaan investasi dan spekulasi yang bisa kamu pelajari di antaranya:

 

1. Secara Definisi

Investasi adalah membeli aset atau ekuitas untuk mendapatkan pengembalian yang stabil. Berbeda dengan pengertian spekulasi artinya mengeksekusi suatu transaksi dalam instrumen keuangan yang berisiko, namun berhadap mendapatkan keuntungan.

 

2. Jangka Waktu

investor yang bertujuan untuk investasi, pasti menyimpan modalnya dalam jangka panjang dalam kurun waktu lima sampai sepuluh tahun. Berbeda dengan  pengertian spekulasi yang artinya investor biasanya menutup transaksi kurang dari satu tahun.

 

3. Tingkatan Risiko

Tingkatan risiko moderat yaitu menerima beberapa risiko investasi bersamaan dengan mengadopsi pendekatan seimbang dalam jangka waktu menengah dari lima sampai 10 tahun. Sedangkan spekulasi risiko adalah tingkatannya hampir sama dengan perjudian.

 

4. Sumber Dana

Dana seseorang yang melakukan investasi biasanya menggunakan modal pribadi. Namun, spekulan yang melakukan spekulasi biasanya menggunakan modal pinjaman.

 

5. Perilaku Investor

Perbedaan investasi dan spekulasi salah satunya mengacu pada perilaku investor itu sendiri apakah berhati-hati dan konservatif atau agresif dengan kecerobohannya.

 

6. Kriteria Mengambil Keputusan

Jika kamu berniat untuk berinvestasi, faktor utama dalam mengambil keputusan pembelian aset yaitu berdasarkan faktor fundamental berupa kinerja suatu emiten. Berbeda dengan spekulasi yang berbasis pada psikologi pasar dan opini pribadi.

 

Apa Itu Spekulasi Dalam Saham?

Spekulasi saham adalah berspekulasi pada perdagangan saham yang tidak memiliki fundamental buruk. Saham perusahaan tersebut tidak menunjukkan kekuatan yang jelas atau model bisnis yang berkelanjutan, sehingga dianggap sangat berisiko dan diperdagangkan dengan harga yang relatif rendah, meskipun pedagang berharap keuntungan.

Banyak pedagang yang untuk melakukan kegiatan spekulasi dalam saham karena volatilitasnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan saham blue-chip, yang menciptakan peluang untuk menghasilkan pengembalian yang lebih besar. Walaupun dengan risiko yang lebih besar.

Contoh Spekulasi dalam saham, adalah pemberitaan oleh orang tidak dikenal secara massal di sosial media bahwa ada emiten batu bara yang sedang melakukan ekspor besar-besaran dan harga sahamnya akan naik dalam beberapa jam kemudian. 

Bagi spekulan, dia langsung mengambil makna bahwa harganya akan naik dalam dalam beberapa waktu kedepan. Contoh seperti itulah cara spekulan membeli saham emiten tersebut.

 

Jenis-Jenis Spekulan

Spekulan adalah seorang yang sedang spekulasi pada pasar modal. Tak terkecuali dalam instrumen saham. Mereka memiliki dua pilihan untuk beli dan jual. Loh? Bukannya trading saham hanya bisa membeli? kok ada menjualnya? Dibawah ini, kami akan menjelaskan spekulan saham yang terbagi menjadi dua:

 

1. Spekulan Bullish

Seorang spekulan bullish mengharapkan harga naik saat mereka sudah membeli aset tertentu. Meskipun tidak berlandaskan alasan yang jelas. 

Misalnya, harga saham BBRI sebanyak 1 lot seharga 3.310 per lembar. Lalu, mereka membeli tanpa analisa laporan keuangan maupun support dan resisten. Melainkan cuma ikut terbawa isu tidak jelas yang sedang populer.

 

2. Spekulan Bearish

Spekulan bearish adalah kebalikan dari bullish. Mereka mengharapkan harga sebuah aset turun di masa depan. Spekulan bearish menjual aset yang bertujuan untuk mendapat untung.

Karena dapat membelinya kembali dengan harga lebih rendah. Namun, terkadang pemula tidak mengetahui area mana untuk membeli kembali (buy back). Hal seperti ini yang membuat mereka berspekulasi.

 

Perbedaan Investasi, Trading, dan Spekulasi

Sebagai pemula, tentu saja ga gampang memahami perbedaan antara trading dan dugaan. Biasanya, pemula cenderung menyamakan trading dengan spekulasi, meskipun hal tersebut berbeda satu sama lain.

Banyak orang tahu bahwa investasi berpatokan pada jangka panjang. Sedangkan, trading mengacu pada jangka pendek. Namun, kita akan bahas perbedaan antara trading dan spekulasi saja. Jadi, apa perbedaan antara trading dan spekulasi?

 

1. Spekulasi Artinya Tidak Ada Rencana, Sedangkan Trading Ada

Mungkin pendapat diatas merupakan perbedaan paling mendasar antara trading dan spekulasi. Saat kamu mencoba spekulasi artinya kamu sebenarnya bertaruh pada arah pergerakan harga atau pada terjadinya suatu peristiwa.

Gagasan dalam spekulasi yakni tidak perlu peduli money management dan indikator teknikal. Hasilnya, kamu akan mengalami banyak kerugian yang tidak terukur. Berbeda ketika mindset kamu seorang trader.

Saat kamu mencoba berdagang, kamu dapat melakukan transaksi jual beli dengan prinsip dan strategi tertentu. Termasuk penggunaan indikator yang efektif. Tidak menelan isu mentah-mentah.

 

2. Trading harus disiplin, spekulasi tidak

Apa yang harus kamu pertimbangkan ketika trading saham? Disiplin dalam mengatur modal bukan? Pedagang saham sudah mempersiapkan modal yang beresiko hilang. Mereka mampu meletakkan stop loss dan take profit saat transaksi. 

Seorang pedagang tidak bakal meresikokan semua modal yang ia punya untuk satu atau dua transaksi. Sebaliknya, seorang spekulan akan melakukan hal tersebut. 

Misalnya, spekulan gampang percaya bahwa suatu isu di media secara langsung dapat menaikan harga saham. Disisi lain, dia tidak mempertimbangkan faktor lain. Sebaliknya, harga saham tersebut malah terjun turun.

Akibatnya, spekulan menghabiskan setengah modal yang ia punya. Karena tidak memasang stop loss.

 

3. Trading Mempertimbangkan Hasil, Spekulasi Artinya Menebak Hasil

Mari kita kembali pada spekulan yang bertransaksi berdasarkan isu beredar. Meskipun belum ada kepastian akan hal itu. Contohnya, Spekulan telah bertransaksi dengan jumlah besar modal untuk membeli saham berlandaskan fundamental yang beredar di Internet.

Padahal, spekulan tidak punya kendali terhadap itu. Apakah berita tersebut benar-benar berkaitan secara langsung dengan harga saham. Atau malah hanya ikut-ikutan?

Berbeda dengan trader, mereka berfokus pada faktor-faktor yang dapat dikendalikan dengan perkiraan logis terhadap kemungkinan hasil dan mengelola risiko yang tepat.

Pada dasarnya, Trading adalah aktivitas mengelola risiko. Spekulasi adalah tentang bertaruh pada risiko.

Tugas utama seorang pedagang adalah melindungi modal. Dengan sendirinya profit akan mengikuti selama manajemen resiko benar.

Spekulasi adalah memfokuskan transaksi dengan harapan besar tanpa pengelolaan risiko. Tujuannya adalah untung atau bangkrut.

 

4. Trading itu tentang mengelola resiko, Spekulasi Artinya tebak-tebakan

Inti dari trading adalah fokus pada faktor-faktor yang berada dalam kendali. Persis seperti investor, keduanya bisa mempelajari terlebih dahulu tentang kinerja perusahaan dan arah trend.

Mereka menyadari tidak memiliki kendali atas pergerakan harga naik atau turun. Tetapi punya strategi kapan bisa beli dan jual. Disisi lain, Spekulan biasanya mengabaikan strategi dan mendahulukan asumsi.

Upaya spekulan lebih pada memperoleh hasil yang menguntungkan dalam satu transaksi. Upaya tersebut untuk menutup kerugian masa lalu dengan sekejap.

Yuk, daftar Investasiku sekarang. Pilihan saham favorit kamu ada di aplikasi InvestasiKu. Investasi mudah dan cepat mulai dari Rp100 ribuan aja.

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO