ARTIKEL
 

Averaging Down Saham: Manfaat, Kekurangan, & Cara Menggunakan

by Dany Mauriz Gibran - 15 Nov 2021 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Averaging Saham atau Avg saham adalah sebuah strategi investasi yang dilakukan investor untuk membeli saham secara bertahap saat harga saham sedang turun. Ini dilakukan supaya harga rata-rata saham yang dimiliki menjadi lebih rendah sehingga dapat mengecilkan kerugian (floating loss).

Contohnya, seorang investor membeli 100 lembar saham dengan harga Rp500.000 per lot. Lalu, satu minggu kemudian, harganya turun ke Rp400.000 dan investor pun memborong kembali dengan jumlah lembaran yang sama.

Sehingga, harga rata-rata saham tersebut menjadi Rp450.000.

Beberapa investor mengadopsi avg saham adalah karena bagian dari strategi Dollar Cost Averaging. Semakin harga saham turun beberapa level, maka investor semakin membeli di lembah.

 

Memahami Strategi AVG Saham

Logika utama dibalik strategi avg saham adalah investor tidak mengharapkan harga naik, walaupun harganya naik, mereka tidak akan membeli sahamnya. Investor hanya akan membeli saham jika harga terus turun.

 

1. Studi Kasus Pertama

Seorang investor membeli 100 lembar saham dengan harga Rp1.000.000 per saham, dan harga tersebut turun 10% menjadi Rp900.000, lalu mereka membeli lagi dengan jumlah 1 lot.

Investor harus menunggu pergerakan naik, harga tersebut naik menjadi satu juta per lembar kembali. Mereka akan mendapatkan capital gain sebanyak 10%.

Meskipun avg saham mempunyai beberapa strategi lain, sebenarnya avg saham bukan strategi investasi yang sehat.

Avg saham lebih kepada pencegahan emosional dalam berinvestasi. Oleh karena itu, mereka memungkinkan investor untuk mengatasi berbagai bias kognitif atau emosional.

 

2. Pertimbangan Khusus

Masalahnya, ada beberapa investor khususnya pemula yang masih belum bisa membedakan antara penurunan sementara (koreksi) atau pembalikan trend naik ke turun.

Meskipun mungkin ada nilai intrinsik yang tidak diketahui, membeli saham tambahan sebagai averaging down mungkin bukan alasan yang baik untuk meningkatkan persentase portofolio investor.

Trader teknikal melihat peluang bahwa averaging down saham adalah pendekatan hemat biaya untuk mengakumulasi kekayaan.

Investor jangka panjang melihat strategi ini sebagai pendekatan nilai untuk berinvestasi. Karena mereka terus menambah modal berupa jumlah lot pada saham yang bisa dibilang murah.

Investor yang menambahkan eksposur ke saham yang dinilai terlalu rendah serta menggunakan teknik manajemen risiko yang cermat. Kamu bisa mendapatkan return signifikan pada masa yang akan datang.

Banyak investor profesional yang mengikuti strategi berorientasi pada nilai, termasuk Warren Buffett, Dia telah berhasil menggunakan AVG saham sebagai bagian dari strategi yang lebih besar yang ia lakukan dengan hati-hati dari waktu ke waktu.

 

Manfaat Averaging Down Saham

Averaging Down mempunyai keuntungan tersendiri bagi beberapa tipe investor.

Manfaat utama dari avg saham adalah investor mendapatkan peluang untuk memperoleh keuntungan yang cukup besar.

Tetapi ini membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana pola candlestick bekerja.

Juga, kamu harus punya kemampuan untuk membedakan saham yang mengalami penurunan jangka pendek versus saham yang berganti dari trend naik menuju turun secara terus menerus.

Coba untuk pelajari investasi berdasarkan value perusahaan tersebut. Dengan cara itu, kamu bisa mengetahui cara kerja saham yang bagus tapi murah. Juga, kamu bisa memahami jebakan harga pada saat kondisi tertentu.

Setelah itu, kamu bisa menentukan saham yang bernilai murah tapi memiliki prospek yang cerah ke depan.

Jika kamu memahami jebakan harga, salah satu ciri nya yaitu emiten yang terlihat undervalued tapi sebenarnya tidak.

Dengan mempelajari dasar-dasar analisis fundamental, serta bagaimana menggunakan indikator teknikal itu ternyata sangat bermanfaat loh. Karena berguna untuk mengukur apa yang terjadi pada pergerakan saham yang kamu incar.

Pada lain sisi, dapat kamu pakai sebagai alat analisis untuk mengidentifikasi kapan harga avg saham yang optimal.

Misalnya, emiten yang sedang melakukan restrukturisasi, kamu mungkin melihat pergerakan harga sahamnya turun. Sementara, secara fundamental berupa laporan keuangannya (yaitu pendapatan, laba, tingkat utang, dll.) naik.

Walaupun sedang turun, strategi avg saham bisa membuat kamu unggul jika harga saham perusahaan mulai naik setelah restrukturisasi.

Melakukan beberapa perhitungan sederhana untuk memperkirakan potensi keuntungan dapat membantu memutuskan apakah masuk akal untuk mencoba avg saham.

 

Baca Juga: Apa itu Dollar Cost Averaging (DCA)?

 

Cara Menghitung Average Down Saham

Untuk mengetahui situasi pasar yang tepat ketika ingin melakukan strategi ini, kamu bisa melihatnya dengan bantuan perhitungan average down.

Gimana tuh caranya?

 

Studi Kasus Kedua

Untuk cara menghitung average down saham, merujuk pada harga yang berbeda di satu saham yang sama. 

Adapun, hasil hitungan Average Down ini, nantinya akan menampilkan besaran rata-rata harga saham. Berikut rumusnya:

Average down = ((harga1 x lot1)+(harga 2xlot2)+(harga3xlot3)+… }
—————————————————————————————————
Total lot

 

Untuk menghitungnya, kamu harus mengetahui harga saham lot 1, lot 2, lot 3 dan seterusnya, di mana harganya harus lebih tinggi dari sebelumnya.

Agar lebih paham, yuk kita simak contoh kasus berikut ini:

Investor X, punya saham di perusahaan A (yang sedang turun harga)
Investor X yakin bahwa perusahaan A bisa kembali naik.
Investor X, melakukan strategi averaging down (membeli saham dengan cara bertahap), dengan cara berikut:

Pembelian saham ke 1: 100 lot (Rp1.000)
Pembelian saham ke 2: 200 lot (Rp750)
Pembelian saham ke 3: 300 lot (Rp500)
Total lot yang dibeli Investor X adalah 600 lot. 

Berapa harga rata-rata saham atau averaging down (AD) yang digunakan investor X?

AD    =  {(Rp1.000 x 100) + (Rp750 x 200) + (Rp500 x 300)}
————————————————————————
600

=  100.000 + 150.000 + 150.000
————————————————————————
                       600

= 450.000
————————————————————————
600

=Rp750 per lembar (Nilai averaging down perusahaan A), di mana harga lebih rendah dari harga pasar


Lihat Langsung Average Saham di InvestasiKu

Nah, di aplikasi saham online InvestasiKu, kamu juga bisa menghitung averaging down, lho! Jadi, secara otomatis kamu bisa mengetahui nilai rata-rata harga saham, dengan fitur average down di InvestasiKu.

Jadi, kamu bisa tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk menghitung nilai average down secara manual sendiri. Yuk, mulai trading saham di InvestasiKu!

Kapan lagi bisa buka rekening saham dan melakukan transaksi jual beli saham dengan mudah secara online? Di InvestasiKu, semua bisa kamu lakukan kapanpun dan di manapun.

 

download investasiku

 

Kekurangan AVG Saham

Risiko utama dari averaging down dalam saham adalah bahwa harga saham terus turun. Dalam skenario itu, kamu bisa kehilangan uang atas investasi tersebut. 

Sekali lagi, memahami dasar-dasar dari apa yang terjadi di pasar dapat membantu mengukur risiko ini, meskipun tidak menghilangkannya resiko sepenuhnya.

Tetapi, tetap saja sulit untuk menggunakan strategi avg saham ketika ekonomi sedang bergejolak.

Ketika sesuatu seperti koreksi terjadi, itu dapat menciptakan peluang pembelian bagi investor yang lebih toleran terhadap risiko.

Tetapi, jika koreksi tidak segera berakhir dan malah mengarah ke resesi, maka kamu harus yakin bahwa perusahaan yang kamu pegang surat berharganya dapat bangkit kembali.

Penting juga untuk mempertimbangkan bagaimana membeli saham tambahan dari saham tertentu dapat mempengaruhi alokasi aset keseluruhan portofolio kamu.

Ada kemungkinan bahwa mengambil keuntungan dari harga yang lebih rendah dapat mengakibatkan portofolio Anda kelebihan berat badan di satu sektor tertentu. 

Misalnya, Anda mungkin berakhir dengan sebagian besar alokasi aset yang kamu didedikasikan untuk saham sektor tertentu. Itu dapat meningkatkan eksposur risiko kamu.

Jadi, penting untuk memperhatikan bagaimana kamu berinvestasi. Di sinilah penyeimbangan kembali yang berperan untuk membantu kamu tetap selaras dengan profil risiko dan target profit.

 

Cara Menggunakan Averaging Down dalam Saham

Jika kamu merasa nyaman dengan risiko strategi averaging down, tips ini bisa menolong portofolio kamu.

 

1. Lakukan Analisis Secara Mendalam

Sekali lagi, memahami fundamental perusahaan itu termasuk hal yang penting. Hal tersebut berguna untuk mengetahui seberapa layak emiten tersebut.

Salah satu tips ini bisa menolong kamu membedakan penurunan harga jangka pendek dari tren turun berkelanjutan.

 

2. Periksa Sentimen Pasar

Selain mengecek faktor apa yang menyulut harga perusahaan turun secara internal, pertimbangkan juga pasar yang lebih dominan secara keseluruhan.

Kalian bisa menganalisis grafik emiten terkait. Faktor apa yang memicu volatilitas, area support dan resisten dan teknikal lainnya yang berkaitan dengan arah harga.

 

Baca juga: Resistance Saham adalah Sebuah Area Penentuan Harga

 

3. Tetapkan Batas

Salah satu cara untuk meminimalkan potensi kerugian dengan avg saham adalah dengan memilih titik keluar yang akan menjadi tolak ukur berakhirnya transaksi. Bisa juga kamu jadikan tolak ukur untuk membeli saham tambahan.

Keuntungan punya batasan semacam ini bisa menghindari kamu untuk over-trading.

 

download investasiku

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO