ARTIKEL
 

Kenapa Harga Saham Naik Turun? Ini 8 Faktor Penyebabnya!

BY Dany Mauriz Gibran - 19 May 2022 2:00AM - 6 MINS READ

 

Mood saja sering naik turun seketika, karena berbagai faktor. Begitu juga harga saham lho! Naik turunnya harga saham, juga dipengaruhi dengan berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi maupun dari faktor internal perusahaan.

Kalau harga saham sering berubah-ubah, terus kenapa? Perlu diketahui, bahwa naik turunnya harga saham dari beberapa faktor ini, dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran saham. Sehingga, menyebabkan harga saham naik atau turun.

 

8 Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham Naik Turun

Kira-kira faktor apa saja, yang mempengaruhi kenaikan dan penurunan harga saham di Indonesia? Berikut, beberapa faktor kondisi ekonomi yang dapat mempengaruhi harga saham adalah:

 

1. Kondisi Ekonomi

Kondisi ekonomi sendiri tidak hanya ada satu kondisi saja, tapi ada banyak kondisi ekonomi yang bisa mempengaruhi harga saham, berikut informasinya:

  • Tingkat pertumbuhan ekonomi: Pertumbuhan ekonomi yang kuat dapat meningkatkan permintaan untuk saham, sehingga menyebabkan harga saham naik.

  • Tingkat inflasi: Tingkat inflasi yang tinggi dapat menyebabkan harga saham turun karena membuat perusahaan kesulitan untuk menaikkan harga produk dan jasa mereka.

  • Tingkat suku bunga: Tingkat suku bunga yang tinggi dapat menyebabkan harga saham turun karena meningkatkan biaya pinjaman perusahaan.

  • Kondisi perdagangan: Kondisi perdagangan yang buruk dapat menyebabkan harga saham turun karena mengurangi permintaan untuk produk perusahaan.

  • Kondisi politik: Kondisi politik yang tidak stabil dapat menyebabkan harga saham turun karena menimbulkan ketidakpastian dan risiko bagi perusahaan.

  • Kondisi pasar global: Kondisi pasar global seperti krisis ekonomi, krisis keuangan, atau krisis politik dapat membuat harga saham turun secara signifikan.

  • Kondisi sektoral: perkembangan yang positif di sektor tertentu dapat membuat harga saham perusahaan yang bergerak di sektor tersebut naik, begitu juga sebaliknya.

 

2. Faktor Politik

Tidak hanya ekonomi, faktor politik juga dapat mempengaruhi harga saham melalui berbagai cara. Masa sih? Berikut beberapa faktor di antaranya adalah:

  • Kebijakan fiskal dan moneternya pemerintah, seperti tingkat suku bunga, pajak, dan anggaran belanja.

  • Stabilitas politik, konflik politik atau perubahan kepemimpinan dapat membuat investor merasa tidak aman dan menyebabkan penurunan harga saham.

  • Perdagangan dan hubungan luar negeri, perjanjian perdagangan atau sengketa perdagangan dapat mempengaruhi harga saham perusahaan yang terkait dengan perdagangan tersebut.

  • Regulasi, perubahan atau pengenalan regulasi baru dapat mempengaruhi harga saham perusahaan yang terkena dampak regulasi tersebut.

  • Pemilihan umum, hasil pemilihan umum dapat mempengaruhi harga saham karena investor mengantisipasi perubahan kebijakan ekonomi dan regulasi yang akan datang.

 

3. Kebijakan Pemerintah

Selanjutnya adalah faktor dari kebijakan pemerintah, bahkan ketika kebijakan tersebut masih dalam tahap wacana dan belum terealisasi. Misalnya, seperti kebijakan ekspor impor, kebijakan perseroan, kebijakan utang, kebijakan Penanaman Modal Asing (PMA), dan lain sebagainya.

Jadi, kalau ada isu-isu atau berita, tentang rencana kebijakan pemerintah, coba cek-cek lagi harga saham, siapa tahu langsung terbang atau anjlok dalam seketika.

 

4. Faktor Panik

Wah, harga saham juga bisa terpengaruh dari faktor kepanikan? Kepanikan siapa? Ya para investor-investor dan emiten, pastinya. Jadi, ketika ada berita-berita tertentu, yang berisi hal-hal yang bikin panik, khawatir, dan kepikiran, maka harga saham juga akan ikut-ikutan naik turun.

Yang parikan, mungkin bergegas untuk melepas sahamnya dengan keterpaksaan. Nah, kalau banyak investor yang berpikiran seperti ini, bagaimana kondisi bursa? Tentunya akan menyebabkan tekanan jual, sehingga harga saham akan turun. 

Oke, dalam dunia investasi, kondisi ini biasa disebut dengan fenomena panic selling. Jadi, panic selling adalah kondisi di mana para investor rasanya ingin segera melepas sahamnya tanpa peduli harganya, karena takut harganya akan semakin jatuh.

Biasanya kondisi ini, muncul dari alam bawah sadar si Investor. Mereka akan merasa khawatir, overthinking, emosi dan ketakutan. Jadi, keputusan menjual, bukan berdasar analisis yang rasional.

Jadi, bila perlu hindari menjual saham hanya karena panik, dan jual saham milikmu, dengan menganalisis terlebih dulu, baik secara fundamental atau teknikal.

 

5. Faktor Manipulasi Pasar

Nah, kalau faktor yang satu ini, biasa “dibuat” oleh investor-investor berpengalaman, bermodal besar, atau biasa disebut ‘bandar’. Mereka akan membuat rencana palsu, biasanya dengan memanfaatkan media massa.

Mereka melakukan ini tentu memiliki tujuan, yakni untuk keuntungan mereka sendiri. Kegiatan manipulasi pasar ini, bisa bertujuan untuk menurunkan maupun meningkatkan harga saham.

Tapi, buat kamu para investor yang ‘bodo amatan’, dan percaya diri, mungkin kondisi ini tidak terlalu berpengaruh. Karena, faktor ini biasanya tidak akan bertahan lama. 

Apalagi, jika kamu pintar dalam menganalisis saham, seperti analisis fundamental. Di mana, kamu bisa mengetahui kondisi keuangan emiten, dari laporan keuangannya. Karena, laporan tersebut yang akan mengambil kendali terhadap tren harga sahamnya.

 

6. Faktor Fundamental Perusahaan

Bicara analisis fundamental perusahaan, ternyata ‘fundamental perusahaan’ juga menjadi faktor yang cukup erat kaitannya dengan penyebab harga saham naik atau turun.

Intinya, saham yang berasal dari perusahaan berfundamental baik, akan menyebabkan tren harga sahamnya naik. Begitupun sebaliknya, jika saham berasal dari perusahaan yang memiliki fundamental buruk, maka akan menyebabkan tren harga sahamnya turun.

 

7. Aksi Korporasi Perusahaan

Selanjutnya, ada faktor aksi korporasi perusahaan, di mana faktor ini menjadi faktor internal. Maksud dari aksi korporasi itu seperti apa? Oke, maksud aksi korporasi di sini adalah berupa kebijakan, yang diambil perusahaan itu sendiri, dalam mengubah jajaran manajemen perusahaan.

Memangnya bisa berpengaruh ke harga saham? Tentu saja, bisa mengubah hal-hal yang sifatnya fundamental, dalam perusahaan. Contohnya, perusahaan A akuisisi perusahaan B, merger seperti Tokopedia dan Gojek, right issue, atau divestasi.

 

8. Proyeksi Kinerja Perusahaan Pada Masa Mendatang

Faktor terakhir yang berpengaruh terhadap harga saham adalah kinerja perusahaan di masa mendatang. Pasalnya, investor pastinya akan memilih saham yang bisnis bagus, dan nggak cuma perform di beberapa tahun saja, tapi jangka panjang. 

Nah, performa atau kinerja perusahaan tersebut juga bisa dijadikan acuan, bagi para investor. Sehingga, mereka bisa melakukan analisis fundamental dalam melakukan pengkajian terhadap saham perusahaan.

Adapun, berikut beberapa faktor, yang paling menjadi sorotan adalah tingkat dividen tunai, tingkat rasio utang, rasio nilai buku/Price to Book Value (PBV), earnings per share (EPS), dan tingkat laba suatu perusahaan.

Biasanya, perusahaan yang menawarkan dividend payout ratio (DPR) yang lebih besar, cenderung disukai investor. Mengapa? Karena, perusahaan tersebut bisa memberikan timbal balik yang bagus. Gimana, menarik bukan?

Wah, kalau sudah tahu faktor-faktor yang berpengaruh terhadap harga saham ini sih, seharusnya bisa sambil investasi saham beneran lah ya?

Nggak perlu beli saham yang besar-besar dulu, sambil belajar dan memahami grafik pelan-pelan, kamu bisa beli saham yang kecil-kecil dulu. Bahkan, mulai dari Rp100 ribu!

Jangan lupa, belinya di platform investasi yang aman dan terpercaya, seperti InvestasiKu!

Selain aman dan terpercaya, InvestasiKu juga memiliki fitur-fitur unggul, yang mungkin tidak dimiliki platform investasi lain.

Bahkan, kamu juga bisa mendapatkan point di setiap transaksinya lho! Point bisa kamu gunakan, untuk membeli saham, obligasi atau reksadana, dan juga untuk belanja di jaringan CT Corp!

 

download investasiku

 
 
InvestasiKu
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android atau iOS dan nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter

© 2021 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK